BLITAR – Permasalahan jalan rusak di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, masih menjadi perhatian masyarakat setempat.
Meskipun telah dilakukan pertemuan antara warga, pemerintah desa, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Blitar, kesepakatan terkait perbaikan jalan belum kunjung tercapai.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Aryo Nugroho menyatakan bahwa pihaknya sudah mengikuti perkembangan persoalan tersebut.
Dia menjelaskan bahwa perbaikan jalan sudah masuk dalam program anggaran tahun 2025, di mana pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 250 juta untuk pengecoran di titik kritis sepanjang sekitar 60 meter.
Sementara bagian lainnya akan ditangani secara bertahap melalui metode Unit Reaksi Cepat (URC) dengan tambalan lapen.
Menurut Aryo, keinginan masyarakat agar jalan diperbaiki secara menyeluruh dalam waktu singkat adalah hal yang wajar.
Namun, dia menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini tengah mengalami tekanan akibat adanya efisiensi dan pergeseran anggaran untuk kebutuhan prioritas lainnya.
“Kita tidak bisa pungkiri bahwa kebutuhan infrastruktur banyak, tapi kemampuan anggaran terbatas. Jadi kami mohon masyarakat bisa memahami bahwa pembangunan harus dilakukan bertahap,” ungkap Aryo kepada tim media ini, Senin (14/4/2025).
Dia menilai, jalan Candirejo memiliki nilai strategis karena menjadi jalur penghubung ke wilayah utara, termasuk ke arah Kediri, serta dilewati kendaraan berat setiap harinya.
Karena itu, meskipun perbaikannya dilakukan bertahap, Aryo memastikan proyek ini tetap menjadi prioritas DPRD.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi teknis. Menurutnya, banyak kesalahpahaman terjadi karena minimnya sosialisasi soal alur penganggaran dan proses pembangunan.
“Kalau masyarakat ingin mengusulkan penambahan perbaikan, harus masuk dalam mekanisme perencanaan dari awal, atau melalui perubahan anggaran yang sah,” tambahnya.
Aryo pun mengajak semua pihak untuk tetap mengedepankan kerja sama agar perbaikan bisa segera terwujud.
“Jangan sampai masalah ini berlarut. Yang utama sekarang adalah jalan bisa segera dibenahi, meskipun tidak sekaligus. Mari kita kawal prosesnya bersama agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










