Selasa
01 September 2026 | 4 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jombang Soroti Serapan Gabah oleh Bulog Masih Belum Maksimal

pdip-jatim-250204-ama-siswanto-jombang

JOMBANG – Komisi B DPRD Jombang menyoroti harga gabah yang masih di bawah harga pokok penjualan (HPP) terutama di wilayah Jombang utara Sungai Brantas.

”Kami mendapat laporan dari petani, harga gabah masih di bawah HPP, terutama di Kecamatan Kabuh yang saat ini mulai panen,” ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang Ama Siswanto, Minggu (6/4/2025).

Menurutnya, hal ini dikarenakan Bulog masih belum optimal untuk menyerap gabah petani. ”Karena serapan Bulog sendiri juga dibatasi. Sehingga gabah petani masih banyak dibeli tengkulak dengan harga di bawah HPP,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mendorong pemkab melalui dinas pertanian untuk mencari solusi guna mensejahterakan petani dengan harga gabah yang sesuai.

”Seperti ada wacana pemkab untuk pengadaan beras ASN. Pemkab harus segera melakukan kajian, apakah itu benar-benar efektif atau seperti apa. Kalau benar efektif harus segera dijalankan,” tegas Ama.

Sebelumnya, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kabuh, Fatkhur Rohman, mengakui wilayah setempat saat ini sudah mulai panen padi.

”Sekarang sudah hampir 25 persen yang panen, sisanya atau puncaknya setelah Lebaran,” beber Fatkhur.

Disinggung soal harga, Fatkhur tetap berpedoman pada HPP yang sudah ditetapkan. ”Yang kami kawal ini program serap gabah bersama Bulog. Harganya tetap, Rp 6.500 per kilogram gabah bersih kering sawah,” tuturnya.

Menurutnya, petani di Kecamatan Kabuh jarang menjual gabah kering panen (GKP). Biasanya dibawa pulang dan dikeringkan terlebih dahulu.

”Karena dalam setahun sekali panen padi, sehingga gabahnya dibawa pulang dan disimpan,” ujarnya.

Idealnya saat ini, harga harus sesuai yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram. Meski tengkulak yang membeli gabah ke petani.

”Keinginan pemerintah begitu, tetapi tengkulak ini kadang sudah orang ke berapa. Karena mereka ini akan disetor lagi, sehingga harganya di tingkatan petani beda,” bebernya.

Selain itu, petani bisa melakukan koordinasi dengan masing-masing kelompok tani (poktan) atau gabungan poktan (gapoktan), agar gabah mereka diserap Bulog. Tentunya dengan harga yang sudah sesuai HPP.

”Misalnya ingin gabahnya terserap Bulog dengan harga sesuai pemerintah, caranya harus mendaftar program serap gabah. Petani bisa koordinasi ke masing-masing poktan biar nanti ditindaklanjuti,” kata Fatkhur. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mbak Nia Kunjungi Stan MNV, Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengunjungi sejumlah stan pelaku usaha dalam ...
KABAR CABANG

Pelajar dan Mahasiswa di Lumajang Ikuti Lomba Pidato dan Baca Puisi di Kantor DPC PDI Perjuangan

LUMAJANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang diwarnai dengan ajang ...
LEGISLATIF

Lindungi Warga, DPRD Surabaya Minta Data Bantuan Fokus ke Daerah

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Pusat memberi kewenangan otonomi daerah dalam pengelolaan data ...
MILANGKORI

Hambeging Bumi, Ketika Hari Jadi Trenggalek Mengajak Warganya Kembali Bersahabat dengan Alam

Hari Jadi ke-832 Trenggalek mengusung tema Hambeging Bumi. Beragam kegiatan, dari kirab pusaka hingga menjaga ...
EKSEKUTIF

P-APBD 2026, Bupati Ngawi Sampaikan Pembangunan Jalan Poros Desa Hingga Mobil Damkar Baru

NGAWI – DPRD Kabupaten Ngawi menggelar rapat paripurna dengan agenda pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan ...
LEGISLATIF

Sektor Ekonomi Sumbang 66,9% PDRB Jatim, Komisi B Soroti Alokasi Anggaran Hanya 4,56%

SURABAYA — Kontribusi sektor-sektor perekonomian yang menjadi mitra Komisi B mencapai 66,9 persen terhadap Produk ...