Jumat
16 Oktober 2026 | 9 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jombang Soroti Serapan Gabah oleh Bulog Masih Belum Maksimal

pdip-jatim-250204-ama-siswanto-jombang

JOMBANG – Komisi B DPRD Jombang menyoroti harga gabah yang masih di bawah harga pokok penjualan (HPP) terutama di wilayah Jombang utara Sungai Brantas.

”Kami mendapat laporan dari petani, harga gabah masih di bawah HPP, terutama di Kecamatan Kabuh yang saat ini mulai panen,” ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang Ama Siswanto, Minggu (6/4/2025).

Menurutnya, hal ini dikarenakan Bulog masih belum optimal untuk menyerap gabah petani. ”Karena serapan Bulog sendiri juga dibatasi. Sehingga gabah petani masih banyak dibeli tengkulak dengan harga di bawah HPP,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mendorong pemkab melalui dinas pertanian untuk mencari solusi guna mensejahterakan petani dengan harga gabah yang sesuai.

”Seperti ada wacana pemkab untuk pengadaan beras ASN. Pemkab harus segera melakukan kajian, apakah itu benar-benar efektif atau seperti apa. Kalau benar efektif harus segera dijalankan,” tegas Ama.

Sebelumnya, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kabuh, Fatkhur Rohman, mengakui wilayah setempat saat ini sudah mulai panen padi.

”Sekarang sudah hampir 25 persen yang panen, sisanya atau puncaknya setelah Lebaran,” beber Fatkhur.

Disinggung soal harga, Fatkhur tetap berpedoman pada HPP yang sudah ditetapkan. ”Yang kami kawal ini program serap gabah bersama Bulog. Harganya tetap, Rp 6.500 per kilogram gabah bersih kering sawah,” tuturnya.

Menurutnya, petani di Kecamatan Kabuh jarang menjual gabah kering panen (GKP). Biasanya dibawa pulang dan dikeringkan terlebih dahulu.

”Karena dalam setahun sekali panen padi, sehingga gabahnya dibawa pulang dan disimpan,” ujarnya.

Idealnya saat ini, harga harus sesuai yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram. Meski tengkulak yang membeli gabah ke petani.

”Keinginan pemerintah begitu, tetapi tengkulak ini kadang sudah orang ke berapa. Karena mereka ini akan disetor lagi, sehingga harganya di tingkatan petani beda,” bebernya.

Selain itu, petani bisa melakukan koordinasi dengan masing-masing kelompok tani (poktan) atau gabungan poktan (gapoktan), agar gabah mereka diserap Bulog. Tentunya dengan harga yang sudah sesuai HPP.

”Misalnya ingin gabahnya terserap Bulog dengan harga sesuai pemerintah, caranya harus mendaftar program serap gabah. Petani bisa koordinasi ke masing-masing poktan biar nanti ditindaklanjuti,” kata Fatkhur. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...
KABAR CABANG

DPC Lamongan Bantu Air Bersih 6 Desa Terdampak Kekeringan

LAMONGAN – Memasuki puncak musim kemarau yang dipicu fenomena iklim El Nino, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
EKSEKUTIF

Pantau Pasar Tradisional, Wabup Antok Minta Dinas Cari Strategi Stabilkan Harga Daging Ayam

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mencari strategi ...
LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...