Kamis
22 Oktober 2026 | 10 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Raya Nyepi, Rijanto Ajak Masyarakat Kedepankan Toleransi dan Saling Menghargai Antar Umat Beragama

pdip-jatim-250322-nyepi-blitar-1

BLITAR – Menyambut Hari Raya Nyepi tahun Saka 1947, ribuan umat Hindu di Blitar Raya menggelar upacara Melasti di Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates, Sabtu (22/3/2025).

Padat dan penuh khidmat, demikian suasana yang tergambar di pantai Jolosutro sejak pagi hari. Ribuan umat Hindu tersebut telah berkumpul memadati area upacara Melasti.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Blitar Rijanto, jajaran Forkopimda, Forkopimcam Wates, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota Blitar.

Bupati Rijanto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar mempunyai visi terciptanya masyarakat yang berdaya, berjaya untuk semuanya.

Visi ini, kata dia selaras dengan keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Blitar. Ini dibuktikan pada upacara Melasti yang berjalan dengan sangat tertib, kompak dan nyaman.

“Kita bisa lihat pelaksanaan upacara Melasti ini berjalan lancar dan kondusif. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menyedot antusiasme masyarakat dan wisatawan yang tak mau ketinggalan untuk mengabadikan momentum tahunan ini,” kata Rijanto.

“Saya rasa dengan meningkatnya partisipasi umat Hindu, kita berharap ke depan acara seperti ini bisa dikembangkan menjadi event wisata religi,”sambung dia.

Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk terus mengedepankan toleransi dan saling menghargai antar sesama umat beragama dalam merayakan hari besar agama. Mengingat Hari Raya Nyepi tahun ini hampir bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Blitar untuk selalu menjunjung tinggi toleransi agar setiap umat beragama dapat merayakan hari besar mereka dengan damai dan penuh kebersamaan,” tutur Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar tersebut.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Blitar, Priyoko menjelaskan upacara Melasti merupakan salah satu rangkaian perayaan Nyepi.

Ritual ini mempunyai makna pembersihan diri dari perbuatan buruk di masa lalu. Dalam upacara Melasti, umat Hindu melarung sesaji ke laut.

“Kami berharap, seluruh keburukan yang ada dalam diri manusia hilang terbawa ke laut. Kita juga memohon kepada Sang Hyang Widhi untuk selalu memberikan keberkahan dan dijauhkan dari segala bencana,” tutur Priyoko. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...
KRONIK

Sri Untari Ajak Emak-emak di Malang Berdoa Bersama Memohon Hujan

MALANG – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Ajak Santri Terus Mengabdi untuk Negeri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, mengajak seluruh santri untuk terus ...
LEGISLATIF

Lahan Terbakar di Jatim Capai Ribuan Hektare, Sri Untari Dorong Perencanaan Ekologis

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan perencanaan ekologis dan ...