Kamis
08 Januari 2026 | 10 : 09

Di Kampus Pertanian Unpad, Megawati Tertempa Jadi Politisi

pdip-jatim-megawati-soekarnoputri-02

BANDUNG – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengaku bangga dan terharu atas penganugerahan gelar doktor honoris causa (Dr HC) dalam bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Hal itu dia ungkapkan saat menyampaikan orasi ilmiah “Bernegara Dengan Satu Keyakinan Ideologi”, di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kota Bandung, Rabu (25/5/2016).

“Saya ucapkan terima kasih atas pemberian gelar doktor honoris causa di bidang politik dan pemerintahan ini. Saya terharu dan bangga,” kata Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum PDI Perjuangan ini menuturkan, seluruh kenangannya kembali pada peristiwa ketika dirinya dilantik sebagai mahasiswi di Unpad 51 tahun lalu. Saat itu dia masih berusia 18 tahun, dan oleh ayahandanya yakni Ir Soekarno diharuskan masuk ke Fakultas Pertanian Unpad karena urusan pangan merupakan urusan mati hidupnya bangsa.

Meski Megawati sangat tertarik ilmu psikologi, namun Bung Karno sangat kokoh dan meyakinkan dirinya, untuk memasuki dunia yang menjadi mata pencaharian terbesar rakyat Indonesia.

Akhirnya melalui praktik membumikan ilmu pertanian secara langsung bersama para petani, dirinya tidak hanya mengerti secara ideologis tentang hakikat kedaulatan pangan. Melalui ilmu pertanian, Megawati akhirnya memahami bahwa fundamen terpenting bagi bangsa Indonesia untuk maju, antara lain diukur dari kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri di bidang pangan bagi rakyatnya.

Menurutnya, ilmu pertanian menjadi jalan kerakyatan yang terbuka lebar untuk memahami keseluruhan perikehidupan rakyat Indonesia. Melalui ilmu tersebut, Megawati menjadi paham bahwa hakikat politik sejatinya adalah membangun peradaban yang berangkat dari realitas kehidupan rakyatnya.

“Petani adalah gambaran nyata wong cilik, di mana seluruh keberpihakan politik seharusnya ditujukan kepada mereka. Inilah kesadaran yang muncul ketika saya belajar di kampus ini,” ucap dia.

Namun, malang tidak dapat ditolak karena badai politik yang terjadi saat itu akhirnya berimbas pada status kemahasiswaan Megawati Soekarnoputri. “Hanya dua tahun kesempatan untuk belajar di Universitas Padjadjaran ini. Kesemuanya memaksa saya untuk tidak melanjutkan kuliah di kampus ini,” ungkapnya.

Pada akhirnya, lanjut dia, bukan hanya ilmu pertanian dari Unpad yang diperoleh. Namun di tempat tersebut mentalnya ditempa untuk belajar memahami dan bertahan pada keyakinan terhadap ideologi dalam arti yang sesungguhnya.

“Peristiwa yang saya alami di kampus inilah yang kemudian membentuk saya menjadi seorang politisi dan memilih untuk terus mengorganisir rakyat melalui jalan kepartaian,” tuturnya. (goek/*)

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Legislator Banteng Jember Patungan Tangani Stunting

JEMBER – Delapan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember patungan dana untuk mengatasi keluarga ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Surabaya Tegas Tolak Wacana Pilkada Melalui DPRD, Armuji: Demokrasi Tidak Boleh Mundur

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menegaskan penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) ...
LEGISLATIF

Wisatawan Telaga Sarangan Tahun 2025 Capai 1,09 Juta, Komisi B Dorong Pemkab Magetan Terus Benahi Fasum

MAGETAN – Komisi B DPRD Magetan melakukan sidak ke wisata Sarangan, Kamis (8/1/2026). Sidak ini dilakukan untuk ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun Sampaikan Laporan Kepada Rakyat Tahun 2025

MADIUN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyampaikan Laporan Kepada Rakyat tahun 2025 sebagai bentuk ...
LEGISLATIF

Laporan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bojonegoro kepada Rakyat, Kinerja Tahun 2025

BOJONEGORO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bojonegoro berkomitmen mengawal segala kebijakan pemerintah daerah terutama ...
RUANG MERAH

Metal, Marhaen dan Megawati

Oleh Candra Ary Fianto MENJELANG Hari Ulang Tahun ke-53 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, saya menikmati buku ...