Rabu
02 September 2026 | 12 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati dan Panjang Usia Perjuangan

Eri Irawan

Oleh Eri Irawan*

IBU Megawati Soekarnoputri berulang tahun hari ini. Kali Ini dalam situasi “vivere pericoloso”. Situasi yang menyerempet bahaya. Situasi di mana eksistensi politik dan ideologi PDI Perjuangan mendapat ujian dari kelompok oportunis politik.

Serangan bertubi-tubi yang pada akhirnya membuat seluruh kader PDI Perjuangan justru semakin menyadari betapa pentingnya posisi mereka dalam konstelasi politik nasional.

Dan Ibu Mega dalam usianya yang ke-78 berada di pusat mata badai yang saat ini tengah mengepung PDI Perjuangan. Tentu saja, ini bukan badai pertama yang menghantam kapal PDI Perjuangan di tengah samudera persoalan kebangsaan selama ini. Dan tentunya bukan badai yang terakhir, jika melihat masih banyak pihak yang merasa terancam dengan konsistensi partai ini dalam memperjuangkan “weltanschauung” yang diajarkan Bung Karno.

Namun kita tahu, bagi Ibu Mega, usia hanyalah sederet angka pengingat kehidupan. Dalam perjuangan, tak ada angka dan batas usia. Dalam perjuangan, hanya ada suluh yang tak boleh padam. Suluh yang menerangi jalan menuju kebenaran yang diyakini bisa membawa bangsa Indonesia menuju masa keemasan, dan bukannya masa kecemasan.

Ibu Mega selalu mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan untuk berpolitik dengan menggunakan nurani. “Selama ini kita menyatu dengan rakyat, jangan sekalipun pernah gentar menghadapi berbagai kepungan dan manuver politik praktis yang hanya sekadar menggunakan keinginan kekuasaan sebagai tujuan,” katanya.

Keberanian tak kenal bias gender, kata Tamora Pierce dalam “First Test”. Seorang perempuan pejuang bisa sama beraninya dengan laki-laki mana pun di medan pertempuran.

Ibu Mega sadar, komitmen untuk merawat demokrasi dan menegakkan konstitusi adalah jalan pedang. Tak akan pernah mudah, tak akan pernah sudah. Ibu Mega telah menaklukkan keragu-raguan dan rasa gentarnya sendiri. Ketakutan adalah ilusi.

Dan sejarah membuktikan, PDI Perjuangan tak pernah tunduk dan duduk menyembah terhadap kezaliman. Ibu Mega sudah pernah terluka berkali-kali. Sejak rezim Orde Baru. Namun berkali-kali pula bisa bangkit dan memberikan yang terbaik untuk memastikan kebenaran menang.

Kemenangan hanya soal waktu. Sedangkan kebenaran adalah selamanya. Satyameva Jayate. Ini tak lagi slogan, tapi sebuah keyakinan yang melampaui rasa takut yang beranak-pinak dalam masa ketertindasan

“Kita berjuang, karena keyakinan politik, kita telah teruji oleh gemblengan yang sejarah begitu hebat dan menyakitkan, khususnya selama masa Orde Baru,” kata Ibu Mega, saat berpidato dalam Rakernas ke-4 PDI Perjuangan, akhir September 2023.

Sejarah membuktikan, pada akhirnya Megawati dan PDI Perjuangan menemukan banyak sekutu dan kawan di kiri-kanan jalan perjuangan. Karena kita tahu, kebenaran akan senantiasa menyatukan mereka yang dipisahkan kepentingan.

Kesadaran akan muncul, bahwa kebenaran harus diperjuangkan, dan Megawati selalu berada pada posisi terdepan sebagai pembawa suluh harapan.

Dengan konsistensinya itu, Megawati mewujud sebagai resonansi panjang dari masa lalu, dari suara Sarinah yang berpesan kepada Bung Karno untuk mencintai ibu kita, rakyat jelata dan umat manusia.

Kita bersyukur, Ibu Mega memilih untuk tidak menyerah dengan keadaan. Pada suatu masa, suatu waktu, suatu titik tertentu, kita tahu, mungkin Ibu Mega akan sedikit merasa lelah. Menghela napas panjang.

Tidak untuk berhenti, tapi untuk berlari lagi, dengan penuh keikhlasan dan keberanian untuk memperbaiki diri terus-menerus, mencapai kesempurnaan sebagai batasnya.

Selamat ulang tahun Bu Mega. Panjang usia Ibu adalah kabar baik bagi republik. Selamat merayakan rasa syukur atas kehidupan dan nikmat Tuhan yang selalu tercurah sepanjang hayat.

Tak ada yang lebih indah daripada anugerah berupa panjang usia yang dipenuhi keberkahan, karena dengan itu Tuhan memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk senantiasa berbuat yang terbaik bagi sesama—langkah yang selalu Ibu lakukan.

* Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...
LEGISLATIF

Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Sekolah Rawan Kecelakaan di Malang Segera Dipetakan

SURABAYA — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai masih jauh dari kebutuhan. Dari 190 ...
LEGISLATIF

Puan Sambut Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar Pimpin PBNU, Harap NU Makin Baik

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim ...
KRONIK

Ketua Pansus 2 DPRD Tulungagung Tekankan Perda Kesejahteraan Sosial Harus Berdampak Nyata

TULUNGAGUNG – Ketua Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kabupaten Tulungagung, Joko Tri Asmoro, menekankan bahwa Perda ...
KRONIK

Novita: Semangat Kebersamaan Hari Jadi Trenggalek Harus Jadi Energi Percepat Pembangunan

TRENGGALEK — Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten ...