Sabtu
04 Juli 2026 | 7 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Surabaya Resmi Masuk Jaringan Kota Sehat WHO di Kawasan Asia Tenggara

pdip-jatim-250101-EC

SURABAYA – World Health Organization South-East Asia Regional Office (WHO SEARO) menerbitkan Letter of Recognition atau surat pengakuan untuk Kota Surabaya dalam Healthy City Network atau Jaringan Kota Sehat dengan akreditasi WHO SEARO.

Pengakuan ini diberikan atas komitmen dan inisiatif Kota Surabaya dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan seluruh warganya.

Letter of Recognition ditujukan kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada 27 November 2024. Dalam surat tersebut, WHO mengapresiasi berbagai program dan kegiatan Pemkot Surabaya dalam mengembangkan Kota Sehat Surabaya sesuai norma dan pedoman organisasi kesehatan dunia PBB.

Dengan penerbitan Letter of Recognition dari WHO SEARO, Kota Surabaya resmi tergabung dalam Healthy City Network atau Jaringan Kota Sehat WHO SEARO serta mendapat akreditasi sebagai Healthy City WHO SEARO.

“Dikukuhkannya sebagai Kota Sehat oleh WHO merupakan kehormatan besar bagi warga Surabaya. Sejak awal, kami berkomitmen meningkatkan kualitas hidup, derajat kesehatan, dan kesejahteraan seluruh warga Surabaya tanpa terkecuali,” Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (3/1/2025).

“Langkah ini bukan tentang pengakuan internasional, tetapi mewujudkan kota yang sehat, setiap warganya memiliki akses lebih baik terhadap layanan kesehatan, lingkungan bersih dan nyaman, serta dukungan sosial yang kuat berbasis komunitas,” sambungnya.

Terdapat sejumlah indikator penilaian sehingga Surabaya resmi menjadi bagian dari Jaringan Kota Sehat dengan akreditasi WHO SEARO Kawasan Asia Tenggara. Pertama, setiap perkampungan di Kota Pahlawan telah menghitung dan memetakan sanitasinya, seperti adanya jamban.

“Kedua, kebutuhan air bersih sudah 99 persen. Ketiga, terkait dengan aliran-aliran air, atau saluran-saluran. Dan keempat, bagaimana penanganan penyakit, maka pemkot mendirikan 1 RW 1 Nakes (R1N1) dan Pustu (Puskesmas Pembantu),” papar Eri.

Kedua, kebutuhan air bersih sudah 99 persen. Ketiga, terkait dengan aliran-aliran air, atau saluran-saluran.
“Dan keempat, bagaimana penanganan penyakit, maka pemkot mendirikan 1 RW 1 Nakes (R1N1) dan Pustu (Puskesmas Pembantu),” jelasnya.

Dari penilaian itulah, Surabaya berhasil mendapatkan akreditasi WHO SEARO dan resmi menjadi Jaringan Kota Sehat di Kawasan Asia Tenggara.

“Kita tidak boleh terlena, kita akan gas lagi yang sudah berjalan, karena saya masih dengar ketika R1N1 ambil obatnya ke puskesmas. Ini tidak boleh, 2025 kita tata lagi,” tegasnya.

Eri menjelaskan pengertian Kota Sehat menurut WHO adalah kota yang menempatkan kesehatan, kesejahteraan sosial, kesetaraan, dan pembangunan berkelanjutan di pusat kebijakan, strategi dan program lokal berdasarkan nilai-nilai dasar hak atas kesehatan dan kesejahteraan, perdamaian, keadilan sosial, kesetaraan gender, solidaritas, inklusi sosial, dan pembangunan berkelanjutan.

Serta dipandu oleh prinsip-prinsip kesehatan untuk semua, cakupan kesehatan universal, tata kelola lintas sektoral untuk kesehatan, kesehatan di semua kebijakan, partisipasi masyarakat, kohesi sosial dan inovasi.

“Pendekatan utama dari pelaksanaan kota sehat WHO adalah kolaborasi lintas sektor, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat,” sebut politisi PDI Perjuangan itu.

Terdapat enam jaringan Kota Sehat WHO di dunia bahwa anggotanya didasarkan letak geografis kota masing-masing guna memudahkan koordinasi dan persebaran informasi. Antara lain, Jaringan Kota Sehat WHO Kawasan Eropa, Kawasan Amerika, Kawasan Timur Mediterania, Kawasan Pasifik Barat, Kawasan Afrika, dan Kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan letak geografis, Indonesia tergabung dalam Jaringan Kota Sehat WHO Asia Tenggara. Karena itu, tujuan Healthy City Network WHO SEARO atau jejaring Kota Sehat Kawasan Asia Tenggara adalah memfasilitasi perluasan cakupan dan penguatan pelaksanaan Kota Sehat di Kawasan Asia Tenggara.

Sedangkan manfaat bergabung dalam Jaringan Kota Sehat WHO SEARO adalah kesempatan bertukar pembelajaran dan membangun kolaborasi antar Kota Sehat di Kawasan Asia Tenggara dan 5 lima kawasan lainnya.

Selain itu, memiliki kesempatan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas pelatihan, mentoring dan webinar dari akademisi, ahli, dan peneliti regional/global untuk pelaksanaan kota sehat. “Serta kesempatan mendapatkan pengakuan internasional terkait penyelenggaraan Kota Sehat,” ujar dia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, proses sertifikasi berawal dari inisiatif Wali Kota Eri yang menginginkan Surabaya naik kelas. Sebab, sudah tiga kali mendapatkan predikat Swasti Saba Wisatara atau penghargaan tertinggi untuk Implementasi Kota Sehat Nasional oleh Kemendagri dan Kemenkes RI.

“Wali Kota Eri mendaftarkan Kota Surabaya untuk mengikuti akreditasi Kota Sehat WHO SEARO, pada 11 Januari 2024. Sebelumnya, 9 Januari 2024, telah diterbitkan surat komitmen dari Forum Kota Sehat yang menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif ini,” kata Irvan.

Keikutsertaan Surabaya dalam jaringan global kota sehat ini menandai langkah besar dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, derajat kesehatan, serta kesejahteraan warga kota, sekaligus memperkuat posisi Surabaya di kancah internasional sebagai kota yang berkomitmen terhadap kesehatan dan pembangunan berkelanjutan.

“Pemkot Surabaya dianggap berhasil dalam memenuhi prinsip utama dari pelaksanaan Kota Sehat WHO, adanya kolaborasi lintas sektor, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Surabaya juga dinilai telah meningkatkan derajat kesehatan holistik seluruh warga Kota Surabaya, yang mencakup kesehatan fisik, kesehatan mental maupun kesehatan sosial,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Rijanto: Kompetisi Tenis Usia Dini Jadi Fondasi Pembinaan Atlet Berprestasi

Bupati Blitar Rijanto menegaskan kompetisi tenis usia dini menjadi fondasi pembinaan atlet berprestasi saat membuka ...
KRONIK

Ketika Tokoh-tokoh Senior Partai di Bojonegoro Berkumpul, Bercerita Pergerakan Sejak Era PDI

​BOJONEGORO – Guna memperkokoh barisan dan menjaga kesinambungan sejarah perjuangan partai, jajaran kader, tokoh, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Pemkab Malang Tuntaskan 22 Jabatan Strategis yang Masih Kosong

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Pemkab Malang memanfaatkan mutasi pejabat untuk mengisi 22 ...
KABAR CABANG

Rapat Terakhir Almarhum Bambang Riyoko dan Pesannya kepada Kader

SIDOARJO – Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan. Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI ...
LEGISLATIF

Edi Cahyo Usulkan Pendidikan Taruna Berbasis Lima Karakter Utama untuk Siapkan SDM Jember

Edi Cahyo Purnomo mengusulkan pendidikan SMK Taruna di Jember diarahkan pada lima karakter utama sebagai strategi ...
KABAR CABANG

Rapat Koordinasi, DPC PDI Perjuangan Bangkalan Perkuat Sinergi Tiga Pilar Partai

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan menggelar rapat koordinasi di kantor DPC setempat, Jl. Halim ...