SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi membuka peluang besar bagi seluruh jajarannya di Pemkot Surabaya untuk naik kelas.
Naik kelas yang dimaksud Eri Cahyadi adalah setiap pejabat di Pemkot Surabaya bisa menduduki jabatan yang diinginkan. Mulai dari jabatan sekda hingga kepala dinas, asalkan punya visi misi besar dalam pembangunan Kota Surabaya ke depannya.
“Jadi, saya ingin jabatan-jabatan yang di Kota Surabaya adalah yang memang dia memiliki inovasi atau visi untuk memajukan wilayahnya masing-masing. Misalkan, di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DPRKPP), maka dia (pejabat pemkot) harus tahu, Cipta Karya ini mau diapakan, perizinan mau diapakan, dan dia harus punya visi misi itu,” paparnya.
Hal itu dia sampaikan di depan jajaran kepala perangkat daerah (PD) di Graha Sawunggaling, Kamis (2/1/2024). Hadir, Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten, Kepala Dinas, Camat, hingga lurah di lingkungan Pemkot Surabaya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu mengungkapkan, bagi pejabat pemkot yang memiliki visi misi pembangunan kota, maka dia bisa saja berkesempatan untuk menduduki jabatan tertentu. Baik di kecamatan, kelurahan, dinas, asisten hingga sekda.
Oleh karena itu, dia minta jajaran di lingkungan Pemkot Surabaya untuk membuat proposal visi misi sebagai bahan pertimbangannya.
“Nah, ketika dia (pejabat) memiliki visi misi itu, maka dia akan tuangkan di proposal itu untuk mendapatkan (jabatan) di cipta karya. Sedangkan, kepala dinas cipta karya (DPRKPP) kan sekarang sudah ada kepala dinasnya, maka dia nanti juga membuat proposal, lalu kita bandingkan, apik endi (bagus mana),” paparnya.
Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menyebutkan, bagi pejabat pemkot yang berminat menduduki jabatan tertentu, harus bisa menjalankan sesuai roposal yang dibuat.
“Maka proposal itu berbunyi, (program) harus berjalan di 2025, kemudian di 2026 hingga 2027. Mau camat ataupun lurah juga begitu, sehingga tidak tabu lagi orang mengambil jabatan yang dia mau,” sebut politisi PDI Perjuangan tersebut.
Cak Eri menegaskan, proposal visi misi ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya kekosongan pejabat dan meminimalisir kegagalan pembangunan Kota Surabaya ke depannya.
Dia memberi contoh, misalnya ada pejabat yang ditugaskan sebagai lurah di suatu wilayah, namun dia tidak tahu tugas utamanya dan tidak memiliki visi misi, maka program yang dijalankan akan berjalan kurang maksimal.
“Bisa selesai (kacau) kelurahan ini, dan nggak akan bisa maju. Karena apa? Terkait aturan kepegawaian, setiap orang yang tidak bisa memenuhi kontrak kinerja atau output dan outcome-nya, maka diberi waktu enam bulan kesempatan untuk mencapai itu. Nah, kalau tidak mampu, dia bisa dievaluasi, mau diturunkan jabatannya dan bisa tidak menjabat, tapi eselon golongannya tetap, dan itu boleh. Maka saya akan menerapkan itu,” tegasnya.
Di tahun sebelumnya, dia mengaku telah melakukan evaluasi terhadap pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya menggunakan kontrak kinerja. Namun, di tahun ini ia akan menerapkan cara proposal program pembangunan ke depan.
Selain jajaran Kepala PD di lingkungan pemkot, sebutnya, proposal program ini juga berlaku untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, pejabat di BUMD juga berkesempatan menduduki jabatan tinggi, asalkan bisa menjalankan program pembangunan ke depanya.
Menurutnya, jajaran di BUMD juga perlu dilakukan evaluasi. Tujuannya, agar BUMD di Kota Surabaya berkembang dan membawa perubahan besar ke depannya.
“Di BUMD juga harus ada evaluasi, seumpama PD Pasar. Nah, semua pasar harus diperbaiki di 2025, kalau nggak bisa berarti aku harus mundur. Jadi dia (pejabat) harus punya gambaran,” terang Eri.
Karena itu, dia minta jajarannya untuk segera membuat dan mengumpulkan proposal visi misi pembangunan. Setelah itu, nantinya masing-masing pejabat diminta untuk paparan proposal yang buatnya pada pekan depan.
“Karena kan anak-anak (pejabat pemkot) sekarang sungkan daftar sama kepalanya kalau ada pembukaan posisi jabatan. Kan itu tabu. Setiap orang harus bermimpi mewujudkan cita-citanya untuk kepentingan umat. Kalau kepalanya nggak pensiun-pensiun, lalu siapa yang mau menata Surabaya ini,” tutupnya. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










