Kamis
15 Oktober 2026 | 7 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mas Dhito Berhasil Pulangkan Belasan Arca ke Kabupaten Kediri

pdip jatim 241218 arca tondowongso 1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memulangkan 14 arca peninggalan sejarah Situs Tondowongso yang sempat dititipkan di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Trowulan.

Belasan arca yang diperkirakan sejak tahun 1025 dan ditemukan pertama kali di Situs Tondowongso pada 2007 itu dua tahun kemudian disimpan di BPK Trowulan. Di mana arca-arca ini hanya berasal dari Situs Tondowongso.

Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri tersebut melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Adi Suwignyo mengungkapkan masih banyak arca-arca yang akan berusaha dikembalikan ke Kabupaten Kediri.

“Ini baru satu titik (dari Situs Tondowongso), insya Allah kita berupaya untuk mengembalikan arca-arca yang berada di berbagai daerah termasuk (Prasasti) Harinjing yang berada di Museum Nasional,” terangnya, Selasa (17/12/2024).

Pihaknya menjelaskan, peninggalan yang memiliki histori penting bagi Kabupaten Kediri tersebut akan ditempatkan di Museum Joyoboyo Desa Menang karena Museum Bagawanta Bhari yang berada di belakang Kantor DPRD Kabupaten Kediri tidak bisa menampung lebih banyak arca.

Meski belum dibuka secara umum, namun Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk terus menyiapkan sarana dan prasarana Museum Joyoboyo. Menurutnya, untuk membuka sebuah museum diperlukan storyline hinga desain yang representatif.

Saat ini Pemkab Kediri tengah menyiapkqn desain storyline untuk museum yang tidak jauh dari Petilisan Sri Aji Jayabaya tersebut sekaligus perencanaan pembangunan fasilitas tambahan dan pengamanan museum seperti pagar pembatas.

“Untuk desain (storyline museum) terus kita dorong untuk diselesaikan,” jelasnya.

Dari 14 arca yang berhasil dikembalikan ke Kabupaten Kediri ini, Arca Siwa Catur Muka menjadi master piece karena arca merupakan arca yang bentuknya langka. Dimana biasanya catur muka ini merupakan arca Brahma. Namun arca milik Kabupaten Kediri tersebut ditemukan simbol tertentu yng merujuk pada Arca Siwa.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) Imam Mubarok mendukung penuh upaya pengembalian kekayaan peninggalan sejarah. Pihaknya menyebutkan, DK4 akan terus memberikan rekomendasi untuk pengembalian arca-arca lain.

Gus Barok menyebutkan, kurang lebih 500 arca masih berada di berbagai daerah seperti Museum Nasional, BPK Wilayah 11, Museum Empu Tantular, hingga Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

Dari berbagai ratusan arca yang ingin dikembalikan, pihaknya mengatakan Prasasti Harinjing yang memiliki urgensi paling tinggi untuk dikembalikan ke Kediri. Pasalnya prasasti tersebut merupakan prasasti yang menyebutkan 25 Maret sebagai hari jadi Bumi Panjalu.

“Harinjing ini sebagai cikal bakal hari jadi Kabupaten Kediri, kalau bisa harus dipulangkan,” katanya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pasar Ngadiluwih Kediri Segera Buka 24 Jam, Siapkan 805 Lapak untuk Pedagang

KEDIRI – Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, segera beroperasi dengan konsep 24 jam setelah revitalisasinya hampir ...
LEGISLATIF

Andreas Gagas Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas di CMC Tiga Warna Malang

MALANG – Pelestarian mangrove tak hanya berperan menjaga lingkungan, tetapi juga berpeluang membuka sumber ekonomi ...
LEGISLATIF

Sidak Venue POPDA XV Jatim, DPRD Ngawi Temukan Mistar Gawang Goyang

NGAWI – Komisi III DPRD Kabupaten Ngawi menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah venue Pekan Olahraga ...
LEGISLATIF

Pelaku Usaha Mikro Tuban Didorong Berkoperasi

TUBAN – Upaya memperkuat perekonomian berbasis kerakyatan terus didorong di daerah. Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Pertanyakan Pengawasan Dishub, Pelanggaran Parkir Terjadi di Depan Petugas

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempertanyakan efektivitas pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) setelah ...
KRONIK

Anak Muda Magetan Didorong Tanggap Bencana, Manfaatkan Medsos hingga Turun Lapangan

MAGETAN – Generasi Z (Gen Z) dan kaum muda memiliki posisi strategis untuk menjadi motor penggerak sekaligus ...