Senin
07 September 2026 | 5 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ada Momen Haru Saat Mensos Risma Sambangi Gadis Yatim Piatu Penderita Tumor Uterus

pdip-jatim-240905-buris-moker-1
Risma menyempatkan diri menjenguk Oktavia di rumah kakaknya di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

MOJOKERTO – Suasana haru menyelimuti kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini di kediaman gadis remaja berusia 18 tahun yang tengah berjuang melawan tumor uterus sejak 2022.

Adalah Oktavia Dwi Rahmadani, sang gadis tersebut, yang terbaring lemah di atas kasur di kediaman sang kakak, Septi Kustanti (32).

Dalam kunjungannya di Jawa Timur, Risma menyempatkan diri menjenguk Oktavia di rumah kakaknya di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Tim Kementerian Sosial (Kemensos) tiba di kediaman Septi pada Kamis (5/9/2024) siang.

Septi, sang kakak, merupakan janda dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kios minuman di Skywalk Kota Mojokerto.

Penghasilannya hanya Rp 35 ribu per hari dan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kisah keduanya terbongkar usai tim Kemensos mendapati informasinya melalui media sosial. Oktavia kini tinggal sebatangkara setelah kedua orangtua meninggal.

Akibat kendala dalam biaya pengobatan, tumor uterus membuat kondisi kesehatannya semakin menurun, sehingga ia tidak dapat melanjutkan pendidikan di sebuah SMK sejak 2023 dan hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.

“Kasihan adik ini, yatim piatu, dan dirawat oleh kakaknya yang kondisinya pas-pasan. Kami sudah meminta teman-teman dari Kemensos untuk turun tangan menangani ini. Semoga tidak ada kata terlambat,” ucap Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya 2 periode tersebut segera memerintahkan jajarannya untuk memberikan bantuan medis yang Okta perlukan.

Diceritakan, sang kakak pertama kali mengetahui adanya benjolan di perut Okta adalah ketika membantu mengganti pakaian seragam sekolah adiknya itu.

Ia lantas segera membawa sang adik ke RS Gatoel Mojokerto, lalu dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya. Meski sudah berjuang keras, sang kakak mengaku biaya yang tidak ditanggung BPJS pada akhirnya mengharuskan dia menghentikan pengobatan Okta.

Namun, dengan tekad kuat dan dukungan dari kerabat serta komunitas sosial, Septi terus berupaya mencari bantuan untuk pengobatan adiknya tersebut.

Tri Rismaharini pun memberikan motivasi kepada Okta saat kunjungannya. “Okta harus bahagia ya, kalau mau cepat sembuh harus bahagia,” ucapnya.

Risma juga menyarankan beberapa pengobatan alternatif seperti penggunaan daun kelor. Menurutnya penggunaan daun kelor cukup efektif untuk alternatif penyembuhan.

Ia kemudian memastikan bantuan dari Kemensos untuk meringankan beban keluarga Okta tersalurkan dengan baik.

Bantuan yang diberikan meliputi sembako, nutrisi, perlengkapan perawatan seperti kasur dan kursi roda, serta bantuan operasional untuk perawatan Okta.

Untuk memberdayakan Septi, sang kakak, yang kini menjadi tulang punggung keluarga, Kemensos memberikan bantuan usaha toko kelontong agar ia dapat fokus merawat Okta sambil tetap mendapatkan penghasilan.

Kedua anak Septi yang masih balita juga mendapatkan perlengkapan sekolah dan mainan edukatif.

“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka mendapat perhatian sebesar ini. Terima kasih kepada Bu Risma, Kemensos, Dinas Kesehatan, dan semua pihak yang telah membantu,” ucap Septi dengan mata berkaca-kaca, penuh haru.

Kunjungan dan perhatian dari Menteri Sosial ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi Okta dalam perjuangannya melawan penyakit dan membantu keluarga Septi menjalani hidup dengan lebih baik.

Menurut Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Okta saat ini menjalani pemeriksaan lanjutan di RSPAL dr Ramelan, Surabaya, dan sedang menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui perkembangan kanker uterusnya.

Kabid P2P Dinkes Kota Mojokerto dr Citra Mayangsari menambahkan, kondisi Oktavia sedikit drop pasca-pemeriksaan terakhir, dengan penurunan fungsi ginjal.

“Kanker yang diderita Oktavia sudah dinyatakan terminal. Artinya, tidak ada tindakan medis yang dapat menyembuhkannya, hanya mengurangi rasa nyeri dan memperpanjang daya tahan tubuh,” ujarnya. (fathir/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Kedungwaru Siap Rebut Kemenangan Pemilu

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar konsolidasi internal dalam rangka Musyawarah ...
BERITA TERKINI

Dewanti: Investasi Pariwisata Harus Diikuti Kesiapan Infrastruktur

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko menegaskan, masifnya investasi di sektor ...
BERITA TERKINI

Semeru Erupsi, Eko Yunianto Minta Mitigasi Bencana Diperkuat

Anggota DPRD Jatim Eko Yunianto meminta mitigasi Gunung Semeru diperkuat, jalur evakuasi dipastikan siap, serta ...
KABAR CABANG

Komitmen Perkuat Konsolidasi, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Rejotangan Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Rejotangan terbentuk dengan ...
BERITA TERKINI

Yuzar Rasyid Dorong Warga Segera Urus Perubahan Desil Agar Bansos Tepat Sasaran

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mengalami kenaikan desil secara tiba-tiba untuk ...
BERITA TERKINI

Arjuna Minta Verifikasi Data Kemiskinan Dilakukan Jemput Bola

SURABAYA — Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta proses verifikasi dan koreksi data ...