Selasa
21 Juli 2026 | 12 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bakar Semangat Revolusi Kader Surabaya-Sidoarjo, Komarudin : Gen Banteng Itu Gen Pejuang

PDIP-Jatim-Komarudin-Watubun-03082024

SURABAYA – Komandan Satgas Nasional, Komarudin Watubun, mengingatkan para satgas untuk tegas antisipasi pelanggaran Pilkada 2024.

Hal tersebut disampaikan Komarudin saat menjadi inspektur Apel Satgas Cakra Buana wilayah Surabaya dan Sidoarjo di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (4/8/2024).

“Hari ini kita berdiri di tugu pahlawan, di sini pejuang bangsa yang gugur. Karena itu, hari ini jangan saudara jual diri karena sembako. Kalau kita tidak mampu membawa negeri sesuai cita-cita dan pengorbanan mereka, para pejuang, jangan rusak negara ini,” ujarnya saat memberi amanat apel.

Di hadapan sekira 5000 satgas, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan itu menegaskan pentingnya kebangkitan semangat revolusi. “Kita adalah gen pejuang bukan gen penikmat,” tegasnya.

Jika dulu, lanjutnya, revolusi baru terwujud setelah banyak tragedi, kini hal tersebut bisa dilakukan dengan menguras tenaga dan pikiran demi berjuang menegakkan keadilan.

“Hari ini kita buat percikan revolusi. Kita apel untuk mengingatkan kembali bahwa ancaman serius kalau kita tidak bangkit dan berjuang, masa depan anak cucu ke depan terancam,” tuturnya.

Terlebih, berkaca pada Pilpres 2024, banyak pelanggaran, namun nihil keadilan. Hukum disalahgunakan untuk kepentingan kelompok yang berimbas ke terancamnya masa depan bangsa.

“Kita merasa terganggu ketika warga negara diperlakukan tidak adil, maka kita bangkit dan lawan. Itulah kenapa Ibu Mega berjuang dan ajak kita berjuang untuk menegakkan keadilan di negeri ini,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta para satgas betul-betul mengawal Pilkada tahun ini. Sebarkan nilai-nilai kebenaran, dan lawan ancaman-ancaman pelanggaran. “Teman-teman satgas punya tugas datang ke RT-RW, beritahu mereka untuk jangan takut. Republik ini punya bersama bukan punya keluarga,” imbuhnya.

“Kalau jaman Pak Harto itu momoknya adalah PKI, hari ini hukum dipakai untuk mengintimidasi dan menyengsarakan orang. Kita nyatakan kesetiaan kita untuk menjaga kehormatan wibawa bangsa,” lanjutnya.

Komarudin juga menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti di Surabaya saja, akan tetapi juga akan meneruskan perjalanan keliling Indonesia dengan semangat yang sama. Perangi ketidakadilan dan ancaman Pilkada.

“Kami setelah ini akan berangkat ke Sumatra, Papua, NTT, keliling supaya kita ingatkan pilkada tidak digunakan untuk kepentingan kelompok, tapi harus pesta demokrasi dinikmati oleh seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sekadar informasi, gelaran apel turut dihadiri segenap pengurus Partai lintas kota, yakni DPC PDI Perjuangan Surabaya, Sidoarjo dan pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...