Sabtu
02 Mei 2026 | 1 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Refleksi Kudatuli, Sirmadji: Bukti Kekuatan Rakyat Tak Bisa Dimatikan

pdip jatim 240727 sirmadji wisper 1

BATU – Peristiwa Kudatuli, atau Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli 1996, menjadi salah satu momen penting dalam sejarah politik Indonesia yang menunjukkan bahwa kekuatan rakyat tidak bisa dimatikan oleh kekuasaan dan kekerasan.

Di hadapan puluhan caleg DPRD terpilih se-Jatim peserta Pendidikan Kader Partai (PKP) Pratama di Wisma Perjuangan, Kota Batu, politisi senior PDI Perjuangan, Sirmadji Tjondropragolo, mengungkapkan refleksi mengenai peristiwa yang telah mengubah lanskap politik Indonesia menuju era reformasi tersebut.

Bagi pria yang pernah menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, Kudatuli adalah bukti bahwa ketika penguasa mencoba memaksakan kehendaknya untuk menghentikan pergerakan rakyat yang berangkat dari keprihatinan, yang terjadi adalah perlawanan yang semakin meluas.

Baca juga: Agar Berjiwa Soekarnois, PDI Perjuangan Jatim Matangkan Ideologi Caleg DPRD Terpilih

“Kudatuli adalah peristiwa yang membuktikan bahwa kekuatan rakyat itu tidak bisa dimatikan oleh kekuasaan, atau kekerasan yang dikawal oleh kekuasaan sedahsyat apapun,” ujar Sirmadji, Sabtu (27/7/2024).

Dia menegaskan, ketika rakyat merasa penguasa berbuat zalim, pergerakan justru semakin meluas.

Saat itu, PDI yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri tidak surut, melainkan semakin besar dan meluas.

“Ini mengarah pada reformasi, yang menjadi satu-satunya jalan untuk menghentikan kekuasaan diktator. Demokrasi pun lahir, dan Soeharto jatuh, membuka kran demokrasi,” terangnya.

Menurutnya, peristiwa Kudatuli menjadi pembelajaran penting bahwa kehendak rakyat tidak dapat dihentikan oleh kekuasaan sebesar apapun.

Bagi Sirmadji, peristiwa tersebut mengajarkan bagaimana pentingnya melekatkan diri dengan rakyat, mendengarkan keluh kesah mereka, dan berjuang bersama mereka.

“PDI Perjuangan ke depan harus semakin dicintai oleh rakyat, menjadi alat perjuangan bagi rakyat untuk mengatasi persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.

Untuk itu, Sirmadji menekankan pentingnya menjaga hubungan erat antara partai politik dan rakyat. PDI Perjuangan, menurutnya, harus terus menjadi wadah yang memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Kehendak rakyat tidak bisa dimatikan oleh kekuasaan. Itulah pelajaran penting dari Kudatuli,” pungkasnya. (yol/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...
KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...