Selasa
15 September 2026 | 6 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

10 Paket Kebijakan Ekonomi Kuatkan Nilai Tukar Rupiah

pdip-jatim-Seskab-Pramono-setir-golf-car

pdip-jatim-Seskab-Pramono-setir-golf-carJAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dipengaruhi Paket Kebijakan Ekonomi jilid 1 hingga jilid 10. Paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) itu telah menimbulkan kepercayaan dunia internasional terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut Pramono Anung, hal itu terlihat secara konsisten rupiah mengalami penguatan, kemudian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan. Dan yang paling utama adalah foreign direct investment-nya juga meningkat.

“Jadi, kalau ini dianggap sebagai bukan atas trust atau kepercayaan dunia internasional terhadap ekonomi kita, menurut saya juga tidak benar,” kata Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (11/3/2016) siang.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menambahkan, yang dilakukan oleh pemerintah sekarang ini adalah membuat, mempermudah perizinan dan juga membuat orang lebih nyaman berinvestasi di Indonesia. Sehingga, setelah Presiden Jokowi membuat kebijakan ekonomi mulai 1-10, banyak investor masuk ke Indonesia.

Menguatnya rupiah, IHSG, dan juga ekonomi secara makro, sebut Pramono Anung, harus tetap dijaga oleh pemerintah. Sehingga pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama bisa dilakukan di atas 5 %.

Dalam waktu dekat, sebut pria asal Kediri Jawa Timur ini, pemerintah akan menata kembali terutama kebijakan yang berkaitan dengan ease of doing bussines. Juga upaya menekan gini ratio atau tingkat kesenjangan antara kaya miskin.

“Beberapa program untuk mengatasi kemiskinan, di antaranya dengan KUR (kresit usaha rakyat dan lain-lain, akan diprioritaskan pemerintah,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai penentuan harga bahan bakar minyak (BBM), Pramono Anung menyatakan,  pemerintah tidak bisa menentukan. Sebab, harga BBM ditentukan harga BBM dunia.

“Kita bukan pemain utama. Kita ini kan menjadi follower dari bench mark harga dunia,” jelasnya.

Dia menyampaikan, dengan kondisi turbulensi ekonomi dunia seperti saat ini, maka yang menjadi perhatian utama adalah menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

Pemerintah, imbuhnya, juga perlu memiliki sumber pemasukan selain dari natural resourches andalan seperti batu bara, kelapa sawit, dan sebagainya. “Pemerintah harus mempunyai instrumen lain untuk meningkatkan penerimaan selain pajak tentunya,” pungkasnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...