Selasa
27 Oktober 2026 | 12 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini Kawal Transformasi Pendidikan di Trenggalek

pdip-jatim-240503-novita-kawal-pendidikan-1

TRENGGALEK – Sebagai mitra pemerintah, TP PKK Kabupaten Trenggalek memiliki peran penting dalam mengawal visi misi yang diusung daerahnya. Salah satunya di sektor pendidikan.

Transformasi pendidikan di Bumi Menak Sopal sendiri tidak lepas dari peran Novita Hardini, SE., ME., Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek. Melalui kerja kerasnya, PPK Trenggalek mampu mendorong transisi PAUD ke SD itu bisa menyenangkan.

Belum lagi perannya dalam pembangunan gender, partisipasi sekolah bagi perempuan yang lebih tinggi dari laki-laki. Selain itu sekolah perempuan dan juga upaya mendorong lahirnya 5.000 wirausaha perempuan baru melalaui Whoman Preneur.

Kenaikan IPM Kab Trenggalek dari tahun sebelumnya menjadi 71,96 pada tahun 2023, ini adalah prestasi tersendiri bagi Kabupaten Trenggalek pasca pandemi Covid-19 yang mengguncang hampir seluruh persoalan di semua bidang kehidupan.

“Indeks pembangunan gender kita menunjukkan adanya kenaikan, angka partisipasi sekolah perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Usia harapan hidup perempuan juga menunjukkan angka lebih tinggi dibanding laki laki,” ucap Novita Hardini di Trenggalek, dalam momentum Hardiknas, Kamis (2/5/2024)

Menurutnya, gerakan Tim Penggerak PKK dan ormas perempuan telah mampu meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan perilaku hidup sehat. Karena sasaran edukasi lebih banyak diikuti oleh kelompok perempuan.

Melalui peran UPRINTIS Indonesia, sebutnya, pemberdayaan ekonomi secara masif untuk melahirkan wirausaha perempuan dan wirausaha muda terus dilakukan.

“Hal ini mendukung misi Kabupaten Trenggalek mewujudkan 5000 wirausaha baru, melalui literasi pendidikan usaha yang tepat,” sambung Master of Economic UIN SATU tersebut.

Meningkatnya partisipasi perempuan di bidang pendidikan diwarnai dengan upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek secara serius mengembalikan Anak Tidak Sekolah ke lembaga formal maupun ke lembaga non formal sebanyak 214 anak.

Menurunnya angka perkawinan pada usia anak pada angka 1,6% telah berkorelasi pada upaya mencegah anak putus sekolah.

Pendidikan inklusi juga sedang dikembangkan di Trenggalek, tidak hanya diakses oleh anak-anak berkebutuhan khusus tetapi juga anak-anak yang tereksklusi secara sosial.

“Beberapa program kolaboratif berupa bantuan pendidikan bagi keluarga miskin dan bantuan sosial lainnya telah membantu upaya peningkatan partisipasi sekolah,” tutupnya. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...