Jumat
24 Juli 2026 | 4 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Surabaya Doakan MK Ketok Palu Emas Sengketa Pilpres

pdip-jatim-240420-dpc-sby-1

SURABAYA – Persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) atas sengketa Pilpres 2024, menyedot perhatian luas masyarakat. Publik berharap para hakim MK berjiwa negarawan, penjaga konstitusi dan demokrasi, mengedepankan kebenaran dan keadilan.

Demikian rangkuman diskusi DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Sabtu (20/4/2024) yang menghadirkan narasumber pemerhati politik Airlangga Pribadi, PhD, dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga. Juga politisi muda PDIP, Aryo Seno Bagaskoro.

“Semoga MK benar-benar menjadi penjaga konstitusi dan demokrasi. Menegakkan kebenaran dan keadilan. Dan, semoga amicus curiae (sahabat pengadilan) yang disampaikan Ibu Megawati Soekarnoputri dan berbagai kalangan masyarakat lain mampu meneguhkan kesadaran, bahwa ketok palu MK sebagai palu emas. Bukan palu godam,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono.

Dalam diskusi tersebut, Airlangga Pribadi mengatakan, Pilpres 2024 telah mengidap berbagai kontradiksi. Dimulai ketika MK mengubah batas umur syarat usia di bawah 40 tahun, sehingga Gibran Rakabuming Raka, yang menjabat walikota Solo, diloloskan sebagai cawapres.

“Ketua MK saat itu Anwar Usman yang juga pamannya Gibran. Akibat putusan itu, Majelis Dewan Kehormatan MK memutus Anwar Usman telah melanggar etik atas putusan itu,” kata Airlangga.

Dia juga menyoroti posisi Presiden Jokowi terkait majunya Gibran sebagai cawapres. Publik menyoroti keberpihakannya dalam Pilpres 2024.

“Posisi bapak yang sedang menjabat presiden dan anak yang menjadi kandidat cawapres, baru pertama kali terjadi dalam sejarah pemilihan presiden di Indonesia, sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini,” sebutnya.

Kemudian diikuti pelanggaran etik kekuasaan lain seperti pengucuran bantuan sosial secara massif yang didanai negara, keterlibatan aparatur negara di berbagai bidang, praktik-praktik intimidasi oleh aparat, jerat hukum, hingga kontroversi sirekap dan sebagainya.

“Sehingga dalam persidangan MK ini, banyak pihak berharap agar putusan nantinya betul-betul menegakkan kebenaran dan keadilan. Palu ketok keputusan MK diharapkan sebagai benteng terakhir penjaga konstitusi dan demokrasi,” kata Airlangga.

Harapan itu terungkap dengan munculnya pendapat sebagai amicus curiae atau sahabat pengadilan, di antaranya ditulis Megawati Soekarnoputri dan berbagai kalangan lain.

Juga pendapat tokoh-tokoh dan kalangan di masyarakat, yang di antaranya diekspos luas di berbagai media massa.

“Ibu Megawati dan berbagai kalangan masyarakat lain tidak ingin demokrasi menjadi hancur dan suram. Karena itu, harapan publik sangat besar terhadap MK untuk menjaga konstitusi. Dan, jauh dari alat kekuasaan,” ujarnya.

Aryo Seno Bagaskoro mengatakan Megawati Seokarnoputri sebagai warga negara Indonesia telah memberikan teladan dengan menuliskan pendapat sebagai amicus curiae kepada MK.

“Beliau (Megawati Soekarnoputri) telah menjadi Ibu Bangsa yang memberikan teladan sebagai warga negara yang konstitusionalis,” kata Seno Bagaskoro.

Dia mengatakan, sikap negarawan yang ditunjukkan Megawati telah menggugah kesadaran kolektif bagi seluruh elemen bangsa. “Kesadaran untuk ikut serta mengawal hasil keputusan MK yang sejernih air dan seterang fajar,” jelasnya.

Dalam konteks itu, lanjut Seno, masyarakat berharap betul para hakim MK mampu mengemban tugas dan berjiwa negarawan. Mengambil terobosan hukum yang melampaui persoalan pemilu semata.

“Karena itu, publik berharap agar MK betul-betul menjaga menjaga konstitusi sekaligus menjaga api demokrasi,” sebut dia

Sesuai jadwal, putusan MK itu akan diketok, Senin 22 April 2024. Di akhir diskusi itu, kader-kader banteng Kota Surabaya melakukan doa bersama agar putusan MK betul-betul mampu menjaga marwah lembaga tinggi negara itu.

“Mari kita berdoa bersama agar MK betul-betul menjadi benteng terakhir konstitusi, dengan menegakkan kebenaran,” kata Syaifuddin Zuhri, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, yang memimpin doa bersama.

Hadir dalam diskusi itu di antaranya Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya Baktiono, Bendahara Taru Sasmito, dan jajaran pengurus lain.

Juga kalangan legislator Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, pimpinan kader banteng di tingkat kecamatan.

Hadir pula Fuad Bernardi, Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Surabaya dan kalangan anak-anak muda. Juga kalangan kader-kader milenial dari Taruna Merah Putih (TMP). (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: RedTalks Wadah Bersama, Tempat Kami Mendengar Suara Anak Muda

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah mengatakan anak muda masa kini memiliki pengalaman ...
KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Kadung Cemas Tergusur Bioskop, Jeketek Investor Masih Wacana

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menyelesaikan polemik dan ...
KRONIK

Kunjungi PT BSI Tumpang Pitu, Sonny PDIP Dorong Investasi Berpihak pada Masyarakat

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menegaskan pentingnya memastikan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Lamongan Siapkan 10 Ribu PJU di Jalur Pantura untuk Keamanan Pengendara Malam

​LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menyiapkan pemasangan 10 ribu titik Lampu Penerangan Jalan Umum ...
KABAR CABANG

Musran PDIP Kanigoro Percepat Regenerasi, 30 Persen Pengurus Diisi Kader Muda dan Perempuan

Musran PDI Perjuangan Kecamatan Kanigoro mempercepat regenerasi kepemimpinan dengan memenuhi keterwakilan 30 persen ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Dorong BUMD Trenggalek Berinovasi, PDAM Diminta Manfaatkan Energi Surya

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong BUMD berinovasi. PDAM diminta memanfaatkan energi surya untuk ...