Jumat
18 September 2026 | 4 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Lapangan Pekerjaan dan Pendidikan Murah bagi Anak Muda, Atikoh: Negara Harus Hadir Secara Nyata

pdip jatim 240127 atikoh1

BLITAR – Istri calon presiden Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti menyatakan, pemerintah harus hadir secara nyata bagi anak-anak muda dengan memastikan lapangan pekerjaan yang terbuka dan tersedia.

“Bagaimana ketersediaan lapangan pekerjaan, kalau adik-adik ini sudah lulus kuliah, kalau sudah menempuh pendidikan,” kata Siti Atikoh saat berdialog dengan para generasi milenial dan generasi Z di halaman makam Bung Karno, Kota Blitar, Jumat (26/1/2024).

Atikoh menambahkan, pemerintah juga harus memastikan diri hadir mendukung anak-anak muda dengan akses pendidikan yang layak. Maka pemerintah harus hadir, dengan memfokuskan perihal pembiayaan.

“Jadi di sini perlu sekali kehadiran dari negara agar mereka tetap bisa mencapai pendidikan tinggi. Orang tua yang tidak mampu sehingga perlu difasilitasi oleh negara. Inilah salah satu program Ganjar-Mahfud, salah satu program yang akan menjadi program unggulan di antara 21 lainnya,” sebutnya.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan anak muda akan bahaya narkoba. Harapannya, ini bisa terus digalakkan agar semua bisa paham akan bahaya barang haram tersebut.

Secara khusus, Atikoh menilai pencegahan narkoba paling efektif justru harus dilakukan oleh anak muda sendiri. Sebab cara berkomunikasi antara para anak muda justru bisa lebih bisa diterima oleh anak-anak muda itu sendiri.

“Harapannya nanti anti narkoba terus digalakkan adik-adik. Karena kalau yang meng-influence adalah tekan-teman sebaya, itu lebih masuk. Bahasanya menggunakan bahasa anak muda, bukan menggunakan bahasa orang tua,” ujar Atikoh.

“Kalau orang tua biasanya sok tahu, menggurui, sama anak-anak muda kurang nyambung. Kalau pemberitahuannya dari anak-anak sebaya, mereka akan bisa menerima,” sambungnya.

Dia pun berpesan agar anak muda terus menggaungkan semangat nasionalisme. Hal ini agar kebhinekaan Indonesia tetap terjaga.

“Itu kenapa pekik merdeka, salam Pancasila, itu bukan hanya sekadar omongan, tapi kita juga diingatkan bahwa nasionalisme juga penting sekali. Sehingga tidak ada masalah intoleransi, kebhinekaannya terjaga, kegotongroyongannya juga seperti itu. Kita semua bisa mejaga hubungan baik dengan sesama,” pungkas Atikoh. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Erma Susanti: Budaya dan Pariwisata Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

Erma Susanti mendorong budaya dan pariwisata Blitar dikelola berkelanjutan agar tidak sekadar menjadi tontonan, ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Dorong Perda Transportasi Publik Tetapkan Standar Layanan yang Terukur

Diana AV Sasa mendorong Perda Transportasi Publik Terintegrasi memuat standar layanan yang jelas, mulai cakupan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Minta Dindik Jatim Periksa Dugaan Pungutan di SMKN 1 Mojoagung

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono meminta Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim turun langsung ...
SEMENTARA ITU...

Pementasan Teater Puchi Mari Mari di Magetan, Ajang Pertukaran Budaya Indonesia – Jepang

MAGETAN — Kelompok teater asal Jepang, Puchi Mari Mari, menggelar pertunjukan seni di Halaman Perpustakaan Dbuku, ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Run Jangan Berhenti Jadi Kompetisi Lari

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah ingin Soekarno Run BWX di Banyuwangi tidak berhenti ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Penerima Bansos Tak Lagi Semata Mengacu Desil, Muskel Jadi Penentu Prioritas

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penentuan penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Surabaya ...