Selasa
15 September 2026 | 6 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Keputusan Jokowi Soal Wilayah Kaki Suramadu

pdip-jatim-suramadu-di-malam-hari

pdip-jatim-suramadu-di-malam-hariJAKARTA – Tidak hanya menurunkan tarif tol Jembatan Suramadu hingga 50 persen lebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memutuskan mengenai status tanah 600 hektar di kaki jembatan sisi Madura dicabut, dikeluarkan dari badan yang mengelolanya.

Sedangkan status tanah 600 hektar di kaki Suramadu sisi Surabaya, kewenangannya dikembalikan kepada pemerintah daerah setempat.

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang dimaksud pemerintah daerah itu ada di Wali Kota Surabaya, dan juga ada kewenangan di Gubernur Jatim. “Harapannya dengan keputusan ini terutama bagi masyarakat di Madura dan Surabaya, mudah-mudahan ini kado awal tahun yang baik yang bisa diselesaikan,” kata Pramono Anung, kemarin.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini mengungkapkan, persoalan tanah seluas 600 hektar di kaki Surabaya terjadi sejak puluhan tahun, tepatnya sejak 1990-an. Masyarakat atau penduduk tidak bisa mengurus untuk meningkatkan status kepemilikan tanahnya.

Selain itu, wilayahnya tidak bisa dikembangkan oleh pemerintah daerah. “Jumlah warga di kaki Surabaya sekarang ini sudah lebih dari 80.000 warga, kurang lebih 27.000 kepala keluarga. Jadi sangat padat sekali,” paparnya.

Terkait ini, Tri Rismaharini mengimbau masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kaki Jembatan Suramadu tidak perlu resah untuk menyelesaikan status kepemilikan lahannya. Sebab Presiden Jokowi telah memutuskan untuk mengembangkan perekonomian di wilayah tersebut.

Dengan adanya jaminan dari pemerintah pusat, lanjut Risma, warga Surabaya tidak perlu lagi mengkhawatirkan mengenai perkembangan wilayah di kaki Jembatan Suramadu. (Tarif Tol Suramadu Turun 50 Persen)

“Kami berterima kasih karena warga di sana sekarang bisa tenang, karena tidak takut akan terjadi perubahan peruntukan yang mungkin memang warga di sana tidak berkenan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait keputusan penurunan tarif Tol Jembatan Suramadu, Gubernur Soekarwo mengungkapkan keputusan itu sangat bagus mengingat biaya pengiriman barang dari Surabaya yang masuk ke Madura dan sebaliknya harganya mahal.

”Niatnya untuk membangun Jembatan Suramadu itu adalah meningkatkan kesejahteraan di Madura. Saya kira ini yang sangat penting. Dan Pak Presiden, Pak Wakil Presiden, dan Para Menteri sepakat bahwa tujuan seperti itu terus dilaksanakan sebaik-baiknya,” ungkap Soekarwo. (goek)

foto: hangoutindo

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...