BANYUWANGI – Siti Atikoh Supriyanti mengatakan langkah suaminya, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, yang rajin blusukan sampai menginap di rumah warga, bukan sebuah pencitraan.
Menurutnya, Ganjar sudah rutin menginap di rumah warga selama menjabat Gubernur Jawa Tengah. Jadi, bukan hanya dilakukan karena urusan Pilpres 2024 saja.
Hal itu dia ungkapkan dalam acara Halaqah Kebangsaan di Pendopo Yayasan Bumi Sroyo, Banyuwangi, pada Rabu (24/1/2024). Kegiatan itu dalam rangkaian safari politik Atikoh ke Jawa Timur.
“Kenapa kalau keliling ke daerah-daerah Mas Ganjar biasanya itu tidur di rumah penduduk? Ini bukan pencitraan, ini sudah dilakukan sepuluh tahun selama Mas Ganjar menjadi gubernur,” beber Atikoh.

Baca juga: Ajak Masyarakat Gunakan Hak Suara di Pemilu 2024, Siti Atikoh: Pilih Pemimpin dengan Hati Nurani
Dia mengatakan, sang suami rutin tinggal di rumah warga agar mengetahui keinginan dan harapan rakyat terhadap pemimpin.
“Dengan seperti itu perjuangan, helaan napas masyarakat atau yang dilakukan masyarakat sehari-hari, apa perjuangan rakyat, itu Mas Ganjar jadi sangat paham. Dengan berbicara secara informal, di situ akan terlihat sekali permasalahan,” jelasnya.

Mantan wartawan itu mengatakan keluhan petani soal mahal dan sulitnya memperoleh pupuk juga diketahui dengan mudah ketika Ganjar menginap di rumah warga.
Atikoh juga mengatakan, pemerintah sudah seharusnya membuat program yang berpihak bagi petani karena Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno pernah berbicara urusan pangan menjadi masalah negara.
“Bung Karno berkata bahwa masalah pangan itu masalah negara, masalah mati hidupnya bangsa. Kalau kita ingin negara berdaulat di bidang pangan, tentu kebijakan harus pro-petani,” terang Atikoh.
“Jadi, dengan kekurangan itu apa yang harus dilakukan pemerintah, subsidi ditambah, kita mungkin bisa menambah jumlah pabrik yang ada di Indonesia sehingga tidak terlalu tergantung produk impor,” imbuhnya. (rio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










