PASURUAN – Ketua DPR RI Puan Maharani kembali mendengar aspirasi masyarakat saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Jawa Timur. Kali ini Puan mendengar dari dalam Pasar Mebel Bukir Pasuruan pada Minggu (21/1/2024).
Diketahui sejak 7 tahun terakhir kondisi Pasar Mebel Bukir tidak mampu bangkit karena sepinya pengunjung. Apalagi, efek pandemi covid-19 yang semakin membuat kondisi sentra mebel di Kota Pasuruan ini semakin lesu.
Hal itu diungkapkan beberapa pedagang dan pengusaha mebel yang hadir di tengah kunjungan Puan Maharani di pasar mebel tersebut.
Seperti Mikson, pedagang mebel di Pasar Bukir yang mengatakan jika sepinya pembeli membuat harga barang mebel menjadi turun (deflasi). Padahal, masyarakat Kota Pasuruan sebagian besar menggantungkan pendapatannya dari sana.
“Disini kami sektor mebel sangat luas sekali Ibu Puan. Itu kalau pernah saya catet ada 350 toko yang ada di Kota Pasuruan ini. Saya pernah mencatat itu ada dua puluh ribu orang yang mengais dari sektor mebel. Entah itu dari pengoleksi, pengusaha, atau sektor yang mendukung di dalamnya. Nah ketika itu terjadi kesepian, sepi, itu deflasi barang jadi itu turun drastis,” ujar Mikson.

Sementara Mbak Elok, pedagang mebel di Pasar Mebel Bukir menyampaikan keluhannya terkait pembayaran uang retribusi pasar yang dirasa tidak dapat dijangkau lagi karena sepinya penjualan. Dia menyampaikannya kepada Ketua DPR RI tersebut dengan harapan mendapat bantuan dari pemerintah.
“Ibu, karena pasar ini suasananya sepi sekali, kita mohon untuk apa ya, pemutihan karena sangat amat sepi sekali. Atau semurah-murahnya untuk pembayaran (retribusi) ini ibu, untuk tiap bulan pun barang kita sangat jarang keluar (penjualan), amat sangat menyedihkan. Sehingga kita itu untuk bayar retribusi bukan bulan, tapi kalau bisa per tahun ibu. Jadi kita bingung untuk bayar, tiap hari untuk makan aja susah. Jadi kita mohon ibu,” ujar Elok.
Merespon hal itu, Puan Maharani mengatakan, segera akan mengomunikasikan masalah itu bersama DPR RI, pemerintah pusat dan daerah agar masalah yang ada di Sentra Pasar Mebel Bukir Kota Pasuruan ini dapat segera terselesaikan.
“Jadi bagaimana kemudian membuat pasar bukir pasar mebel ini bisa kembali hidup sehingga bapak ibu yang tadi punya banyak masalah ini dapat menyelesaikan masalah ini secara berkesinambungan,” ujar Puan Maharani.
Untuk menyelesaikannya, lanjut Puan, harus ada gotong royong antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Yakni, bagaimana pemerintah pusat membantu DPR RI, memfasilitasi, membantu dan kemudian nanti disinergikan dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan dengan APBD-nya.

“Jadi APBN plus APBD, nah itu penting untuk bisa dilakukan,” jelasnya.
Sedang Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan, usaha mebel seperti di Pasar Mebel Bukir adalah salah satu andalan Kota Pasuruan, yang sudah turun temurun.
“Boleh dikatakan hari ini sudah tiga generasi. Generasi ketiga mereka berjuang dan ini menjadi salah satu penggerak ekonomi di Kota Pasuruan,” jelasnya.
Menurutnya, usaha ini pernah mengalami kejayaan dan menjadi salah satu andalan Kota Pasuruan. Pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan itu didukung oleh para pelaku usaha sektor mebel.
“Tapi hari ini pasca pandemi khususnya kita semua para pelaku sektor mebel di Kota Pasuruan mengalami situasi dan kondisi yang bisa dikatakan tidak seperti pada jaman keemasan. Pada situasi yang memang daya beli masyarakat mengalami penurunan,” sebut Adi Wibowo. (alfian/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









