Minggu
01 November 2026 | 10 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemilu Tinggal 28 Hari, Said Abdullah: Jawa Timur Fantastis Luar Biasa Tingkat Elektabilitasnya

pdip jatim 240117 konsolidasi said

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar konsolidasi bersama Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan DPRD Provinsi, serta caleg DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jatim di aula Megawati Soekarnoputri, Kantor DPD Jatim di Surabaya, Rabu (17/1/2024).

Konsolidasi ini dilakukan selama 2 hari, mulai 17 Januari 2024 hingga 18 Januari 2024.

Ketua DPD PDI Perjuangan MH Said Abdullah mengatakan, konsolidasi ini dilakukan guna mengevaluasi kerja-kerja kerakyatan yang terus dilakukan kader PDI Perjuangan, mengingat, pemilihan umum (pemilu) tinggal 28 hari lagi.

“Hari ini bagian dari konsolidasi Partai untuk pemenangan pilpres dan pileg, karena sudah 28 hari menuju hari H. Kita berkumpul bersama untuk memantapkan diri, sudah sejauh mana kita bekerja, sudah sejauh mana kita bersama rakyat,” jelas Said Abdullah.

Menurut Said, elektabilitas Ganjar-Mahfud terus meningkat pada survey nasional dengan menyentuh angka 32,8 persen dari sebelumnya 26 persen.

Dia optimistis elektabilitas Ganjar-Mahfud akan terus naik hingga menyentuh 40 persen. Pun begitu dengan elektabilitas caleg dapil Jatim yang semakin menorehkan hasil positif.

“Kami bersyukur ternyata suara Ganjar rebound. Yang awal di berbagai survey aras nasional Ganjar 26 persen sekarang kita kebut Ganjar sudah di 32,8. Dan insya Allah saya yakin dalam satu bulan ini Ganjar bisa 40 persen,” beber Said yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

“Begitupun untuk pileg Jawa Timur fantastis luar biasa tingkat elektabilitasnya, dan mudah-mudahan ini bisa dipertahankan oleh seluruh kawan-kawan baik caleg DPR RI, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten atau kota,” sambungnya.

Said Abdullah mengingatkan bahwa hasil positif ini tentunya tak lepas dari komitmen PDI Perjuangan yang selalu berpihak dan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil (wong cilik).

“Satu yang tidak pernah boleh dilupakan bahwa PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik pemilihnya memang para wong cilik. Dan itulah perjuangan PDI Perjuangan,” sebutnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sri Untari Bisowarno menambahkan jika konsolidasi ini penting guna mengapresiasi dan membakar semangat para caleg dapil Jatim agar terus menggelorakan pemenangan PDI Perjuangan lebih masif.

“Kita melibatkan seluruh caleg-caleg kabupaten kota dan provinsi serta RI se-Jawa Timur dengan maksud dan tujuan untuk terus menggelorakan pemenangan di Jawa Timur yang kita sudah positif. Dan di sisa waktu 28 hari ini semuanya akan lebih bekerja keras lagi untuk kepentingan itu,” ucap Sri Untari. (alfian/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...