Sabtu
27 Juni 2026 | 8 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Manfaatkan APBD untuk Antisipasi Aliran Radikal

pdip jatim - mendagri tjahjo k

pdip jatim - mendagri tjahjo kJAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, koordinasi pemerintah dengan masyarakat diperlukan untuk memantau organisasi diduga menyimpang dan gerakan radikal.

Untuk kegiatan pemantauan itu, pemerintah akan memanfaatkan APBD untuk memenuhi kebutuhan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan forum kemasyarakatan.

“Kita butuh mata dan telinga masyarakat. Perlu pantauan terorganisir. Bukan hanya di tingkat provinsi, namun kabupaten/kota hingga ke desa/kelurahan,” kata Tjahjo, Jumat (15/1/2016).

Mantan Sekjen PDI Perjuangan tersebut mencontohkan, selama ini tidak ada yang menduga adanya ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Ternyata, organisasi tersebut sudah mengakar, bahkan banyak laporan orang hilang yang dikhawatirkan mengikuti organisasi tersebut.

Menurut Tjahjo, keterlibatan seluruh unsur masyarakat itu hingga ke tingkat bawah. Bahkan, kalau perlu dia siapkan payung hukum agar kepala daerah tak khawatir mengucurkan dana tersebut kepada masyarakat dan Forkompinda.

Ferkait peristiwa teror bom Sarinah, tambah Tjahjo, semua pihak di pusat maupun daerah harus deteksi dini. Menurut dia, negara ini adalah negara besar, bila semua kalangan bersatu, maka tidak ada yang bisa merusak kedaulatan Indonesia.

Sementara itu, terkait teror bom Sarinah, anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mengapresiasi aparat kepolisian yang hanya kurang dari empat jam semua penyerang sudah dapat dilumpuhkan. Dan sampai saat ini belasan lainnya sudah ditangkap dan diburu .

“Kita juga harus memberi apresiasi kepada Presiden yang turun langsung mengendalikan penanggulangan teroris di lapangan dan mempercepat kunjungannya ke Jabar. Hashtag #KamiTidakTakut merupakan tekad bulat bangsa Indonesia dalam bersatu padu melawan teroris yang menjadi musuh bersama,” tegas TB Hasanuddin.

Sekarang, sambung TB Hasanuddin, saatnya bersatu melawan musuh bersama. Kini, bukan saatnya saling menyalahkan satu sama lain.

Dan kalau intelejen merasa tidak kecolongan, ujarnya, maka harus membuktikan ke depan tak akan terjadi lagi kasus serupa .

“Kalau para pejabat sering membuat pernyataan bahwa ratusan WNI sudah kembali dari wilayah ISIS , lakukan sesuatu agar mereka kembali jadi warga negara yang baik,” ujarnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Senam Sicita di Lapangan Karanganyar Tutup Rangkaian Gebyar Bulan Bung Karno 2026 di Ngawi

NGAWI – Lapangan Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi menjadi lokasi penutup rangkaian gebyar ...
KRONIK

Seru, Ratusan Pembalap dari Mancanegara Ramaikan Banyuwangi BMX Supercross 2026

BANYUWANGI – Kompetisi Balap Sepeda Banyuwangi BMX Supercross 2026 resmi dimulai, di Sirkuit BMX Internasional ...
KRONIK

Erma Susanti Tekankan Iklim Demokrasi Harus Dibangun di Dalam dan di Luar Kampus

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menekankan bahwa iklim ...
KABAR CABANG

Lewat E-Sport, PDIP Kota Malang Bumikan Nilai Perjuangan Bung Karno kepada Gen Z

DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar turnamen e-sport Mobile Legends sebagai cara membumikan nilai perjuangan ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Gelar Senam Zumba Bareng Ratusan Warga, Berikan Hadiah Peralatan Dapur

​TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Senam Zumba dan Aerobik ...
LEGISLATIF

Komisi D DPRD Surabaya Dukung Buku Bung Karno Jadi Materi Pembelajaran SD dan SMP

Komisi D DPRD Surabaya mendukung rencana Pemkot Surabaya menjadikan buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo sebagai ...