Minggu
06 September 2026 | 9 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Serap Masukan Soal Disabilitas, Mas Dhito Siap Lakukan Ini

pdip-jatim-231208-masbup-disabilitas-1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Ketua TP PKK Eriani Annisa Hanindhito menghadiri acara peringatan Hari Disabilitas Internasional. Bertempat di Pendopo Panjalu Jayati, Senin (5/12/2023).

Disampaikan oleh Ketua TP PKK yang akrab disapa mbak Chica, bahwa yang melatar belakangi kegiatan pada pagi hari ini adalah bentuk penghargaan bagi para penyandang disabilitas yang juga turut ambil bagian dalam memajukan Kabupaten Kediri.

Menurutnya, banyak sekali prestasi yang telah ditorehkan oleh anak-anak SLB dan MPCI dalam kejuaraan dan kreatif dalam berinovasi menciptakan produk-produk UMKM yang berkualitas.

“Dengan Kegiatan ini, diharapkan para penyandang disabilitas mendapatkan inspirasi agar dapat lebih maju dan berprestasi dalam segala bidang,” jelas instri Bupati Kediri tersebut.

Pada kesempatan itu, Mas Dhito menyampaikan bahwa yang dimiliki oleh anak-anak disabilitas bukanlah suatu kekurangan namun adalah suatu kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.

“Saya percaya bahwa anak-anak penyandang disabilitas ini memiliki kelebihan yang sangat luar biasa,” ujarnya.

“Hari ini saya minta kritik saran terkait roda pemerintahan yang kini berjalan dan apa harapan disabilitas untuk Pemerintah Kabupaten Kediri,” sambung Mas Dhito.

Saran yang pertama dari Umi Salamah Ketua PDKK, dirinya mengaku sangat tersanjung dimana keberadaan dan karya disabiltas di Kabupaten Kediri sangat dihargai.

“Yang paling nyata adalah pembangunan inklusi sudah merambah sampai ke desa-desa,” kata Umi Salamah.

“Gedung-gedung insklusi, wisata insklusi, insklusi tempat beribadah, pendidikan yang insklusi, layanan kesehatan sehingga teman-teman disabilitas dapat mudah mengaksesnya,” paparnya.

Mendengar masukan dari Umi Salamah tentang Insklusi tempat ibadah, terlintas dalam benak Mas Dhito jangan sampai revitalisasi masjid agung Annur Pare itu tidak ramah disabilitas.

“Tolong ini dicatat, bahwa nanti saat revitalisasi Masjid Agung Pare harus ramah disabilitas,” pintanya.

“Saya juga tertarik dengan inklusi wisata. Ke depan kita agendakan pergi ke salah satu wisata di Kabupaten Kediri biar tahu langsung kekurangannya dimana dan harusnya seperti apa,” lanjut Mas Bupati.

Sehingga, jelas Mas Dhito, nanti tempat-tempat wisata di Kabupaten Kediri bisa aman dan nyaman bagi para disabilitas.

“Setalah acara ini, saya akan ke stadiun Gelora Dhaha Jayati, saya pastikan stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Kediri tersebut juga ramah terhadap disabilitas,” ujarnya.

Pada acara ini pula, Mas Bupati memberikan bantuan modal bagi penyandang disabilitas yang memiliki usaha. Di antaranya adalah Siti warga desa Toyoresmi yang memiliki usaha bidang rajut (Siti Handmade) dan pengusaha sablon bernama Yayan, warga Plosoklaten. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...