Kamis
23 Juli 2026 | 5 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

3 Program Ini Bikin Pemkab Gresik Turunkan Stunting dari 21 jadi 10,6 Persen

IMG-20231116-WA0011_copy_856x525

GRESIK – Kasus stunting terus menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik. Berbagai pihak di Kota Pudak dilibatkan untuk menurunkan kasus tersebut, demi mewujudkan Indonesia emas 2045.

Sejauh ini, kasus stunting di kota santri – sebutan lain Gresik sudah berangsur turun. Tahun 2021 lalu masih diangka 21%. Namun, di tahun 2023 ini sudah turun hingga 10,6%. Hal itu tidak lepas dari keseriusan pemerintah dan keterlibatan semua elemen.

“Ada program yang membuat kasus stunting di Gresik turun. Pertama membiasakan remaja putri mengkonsumsi tablet penambah darah, kemudian melakukan integrasi data melalui aplikasi Gresik Urus Stunting (GUS) dan program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita stunting,” kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kamis (16/11/2023).

Wakil bupati yang juga kader PDI Perjuangan itu menyatakan, kasus stunting tidak boleh dibuat main-main. Anak-anak muda atau generasi millenial harus terus mengkampanyekan bahaya stunting agar stunting di Indonesia turun dari 21,6% menjadi 14% di tahun 2024.

“Maka, ayo kita bangun bersama-sama mulai dari adik-adik dengan ikut mengkampanyekan Gresik bebas stunting.”

“Sehingga dapat melahirkan generasi cerdas dan menjadikan Gresik sebagai kabupaten yang maju dengan sumber daya manusia yang berkualitas,” imbuh Bu Min saat membuka acara Genbest Talk bertema Nutrisi 1.000 Hari Pertama.

Di waktu yang sama, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat IKPMK Marroli J. Indarto mengatakan, stunting sendiri memang penting dan menjadi concern untuk pemerintah karena akan mempengaruhi 20 tahun ke depan saat Indonesia memiliki bonus demografi.

“Kurang lebih akan ada 80 juta remaja usia produktif saat itu (tahun 2045). Jika pencegahan ini tidak dimulai dari sekarang maka kita akan stuck seperti ini,” imbuhnya.

Perlu diketahui, acara Genbest ini merupakan inisiasi dari Kemkominfo Pusat. Dimana akan menjadi media yang menggandeng remaja millenial dalam menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting.

Agenda ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Gresik Ninik Asrukin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusna, dan Influencer Health Lifestyle dr. Gia Pratama Putra. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Asri, Ribuan Warga Bergerak Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

BANYUWANGI – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Pemeriksaan Dugaan Penyimpangan Dana Rp8 Miliar di KBS Dituntaskan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta proses pemeriksaan dugaan penggunaan dana tidak wajar sekitar Rp8 ...
LEGISLATIF

Perkuat Tata Kelola Pengadaan, Candra Minta Pemkab Jember Tindak Lanjuti Rekomendasi MCP KPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera menindaklanjuti ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Pemenuhan Hak Anak Jadi Indikator Utama Keberhasilan Pembangunan Nasional

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah menjadikan pemenuhan hak anak sebagai indikator utama ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Salurkan Puluhan Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas di Blitar

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menyalurkan 60 unit alat bantu bagi penyandang disabilitas ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Batu Siapkan Aturan Cegah Pengembang Kabur Sebelum Serahkan PSU

DPRD Kota Batu menyusun regulasi baru untuk mencegah pengembang meninggalkan kewajiban penyerahan Prasarana, ...