Jumat
24 April 2026 | 12 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

3 Program Ini Bikin Pemkab Gresik Turunkan Stunting dari 21 jadi 10,6 Persen

IMG-20231116-WA0011_copy_856x525

GRESIK – Kasus stunting terus menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik. Berbagai pihak di Kota Pudak dilibatkan untuk menurunkan kasus tersebut, demi mewujudkan Indonesia emas 2045.

Sejauh ini, kasus stunting di kota santri – sebutan lain Gresik sudah berangsur turun. Tahun 2021 lalu masih diangka 21%. Namun, di tahun 2023 ini sudah turun hingga 10,6%. Hal itu tidak lepas dari keseriusan pemerintah dan keterlibatan semua elemen.

“Ada program yang membuat kasus stunting di Gresik turun. Pertama membiasakan remaja putri mengkonsumsi tablet penambah darah, kemudian melakukan integrasi data melalui aplikasi Gresik Urus Stunting (GUS) dan program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita stunting,” kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kamis (16/11/2023).

Wakil bupati yang juga kader PDI Perjuangan itu menyatakan, kasus stunting tidak boleh dibuat main-main. Anak-anak muda atau generasi millenial harus terus mengkampanyekan bahaya stunting agar stunting di Indonesia turun dari 21,6% menjadi 14% di tahun 2024.

“Maka, ayo kita bangun bersama-sama mulai dari adik-adik dengan ikut mengkampanyekan Gresik bebas stunting.”

“Sehingga dapat melahirkan generasi cerdas dan menjadikan Gresik sebagai kabupaten yang maju dengan sumber daya manusia yang berkualitas,” imbuh Bu Min saat membuka acara Genbest Talk bertema Nutrisi 1.000 Hari Pertama.

Di waktu yang sama, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat IKPMK Marroli J. Indarto mengatakan, stunting sendiri memang penting dan menjadi concern untuk pemerintah karena akan mempengaruhi 20 tahun ke depan saat Indonesia memiliki bonus demografi.

“Kurang lebih akan ada 80 juta remaja usia produktif saat itu (tahun 2045). Jika pencegahan ini tidak dimulai dari sekarang maka kita akan stuck seperti ini,” imbuhnya.

Perlu diketahui, acara Genbest ini merupakan inisiasi dari Kemkominfo Pusat. Dimana akan menjadi media yang menggandeng remaja millenial dalam menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting.

Agenda ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Gresik Ninik Asrukin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusna, dan Influencer Health Lifestyle dr. Gia Pratama Putra. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Lamongan Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Melalui Program Genting

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan langkah konkret dalam mencetak generasi emas yang bebas ...
KRONIK

Ratusan Kasus Narkoba Menghantui Lumajang, Desa Tunjungrejo Perkuat Ketahanan Lewat Penyuluhan Hukum

LUMAJANG – Memajukan desa tak sekadar membangun infrastruktur. Juga bagaimana pembangunan sumber daya manusia (SDM) ...
KABAR CABANG

Ficky Septalinda: Sinergi Tiga Pilar Partai, Strategi Mencapai Kemenangan Kontestasi Politik

BANYUWANGI – Menjaga soliditas dan kekompakan tiga pilar Partai menjadi strategi dan kunci utama PDI Perjuangan ...
KRONIK

Erma Inisiasi Program Nelayan Ramah Lingkungan di Pantai Sidem Tulungagung

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menginisiasi program nelayan tanah ...
LEGISLATIF

Fery Sudarsono Serahkan 10 Ribu Bibit Buah, Dorong Kemandirian Pangan Warga Madiun

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono membagikan 10 ribu bibit tanaman produktif kepada masyarakat di ...
KRONIK

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkab Ngawi Petakan Sawah Rentan Terdampak dan Percepat Tandur 

NGAWI – Sejumlah langkah antipasi dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menghadapi ancaman kemarau ekstrem ...