NGAWI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Deni Wicaksono tidak ingin budaya asli bangsa Indonesia tergerus ditengah kemajuan zaman. Hal itu dia utarakan, saat berdiskusi bersama anggota lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, pada Jumat (13/10/2023).
Puluhan anggota LMDH menjadi peserta diskusi yang dilaksanakan di balai pertemuan desa setempat. Pun sejumlah tokoh kader PDI Perjuangan juga hadir mengikuti jalannya acara. Diantaranya Wakabid Kehormatan Partai DPD Jatim Ir Budi Sulistyono, anggota DPRD Ngawi Agung Rezkina Pramesti.
Ditemui usai acara, Deni Wicaksono mengatakan bahwa diskusi tersebut dilaksanakan untuk memantik kembali rasa memiliki budaya bangsa. Terlebih ditengah era digitalisasi seperti sekarang, budaya bangsa rawan terdegradasi dengan adanya arus informasi yang tak terbendung.
“Kami tidak ingin budaya asli bangsa Indonesia tergerus dengan adanya kemajuan zaman,” kata Deni Wicaksono kepada pdiperjuangan-jatim.com.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur itu menegaskan, budaya sebagai identitas bangsa harus dipertahankan. Menurutnya, hal itu menjadi pondasi bangsa Indonesia, ditengah gempuran teknologi informasi yang kian masif.

Deni Wicaksono menyebut, masyarakat desa hutan salah satu kelompok yang masih menjaga kelestarian budaya. Di samping itu, LMDH juga berperan penting dalam melestarikan alam dan hutan.
“Hal itu menjadi salah satu pondasi kita, bahwa bangsa kita masih memiliki kebudayaan ditengah gempuran arus teknologi,” ujar Deni Wicaksono.
Bagi Deni Wicaksono, kemajuan teknologi informasi sebagai sebuah keniscayaan. Namun demikian, keberadaannya mesti dimaknai sebagai sarana penunjang pelestarian budaya. Bukan malah menghilangkan budaya yang telah ada.
“Harusnya dengan adanya teknologi bisa menjadi sarana penunjang. Dalam hal pertunjukan seni budaya misalnya, saat ini jangan hanya dilakukan secara offline. Tetapi juga harus dilakukan secara online,” ujar Deni Wicaksono.
Menurutnya, kehidupan sekarang memang harus berdampingan dengan teknologi informasi. Maka, dalam berkehidupan mesti berimbang. Sinergitas antara keduanya, diperlukan agar budaya bangsa tidak tergerus dan punah.

Kanang: Budaya Gotong Royong Jangan Sampai Hilang
Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPD Jatim, Ir Budi Sulistyono (Kanang) menjadi salah satu pembicara dalam acara diskusi itu. Kanang mewanti-wanti, budaya bangsa salah satunya gotong royong, jangan sampai hilang ditengah perkembangan teknologi.
“Budaya kita, terutama gotong royong. Tidak boleh hilang, lengang, tidak boleh terhapuskan karena teknologi,” kata Kanang.
Bupati Ngawi dua periode tersebut menyatakan, salah satu ancaman dari kemajuan teknologi informasi adalah kebebasan akses yang tidak terbendung. Kanang tidak ingin, kebebasan tanpa batas itu mengubah perilaku sosial bangsa Indonesia.
Dia menilai, keberadaan teknologi informasi harusnya menjadi pelengkap dalam berkehidupan. Bisa mempererat kerukunan ditengah keragaman kehidupan sosial, serta tidak menjadikan karakter masyarakat anti sosial.
“Kita tidak boleh menjadi manusia yang individualis. Justru adanya teknologi informasi, mestinya menjadi pelengkap dalam berkehidupan kita,” papar Ir Budi Sulistyono (Kanang). (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










