Selasa
01 September 2026 | 6 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa Besuk Anak Buruh Migran  Korban Penganiayaan Sang Bapak

pdip-jatim-221112-sasa-kader-perempuan-4 (1)

“Kami di DPRD Jatim terus mendorong pemerintah untuk memberikan keterampilan keluarga buruh migran, sehingga tidak mengandalkan kiriman dari luar negeri.” 

MAGETAN– Anggota Fraksi PDI Peejuangan DPRD Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih menjenguk bocah korban penganiayaan sang bapak di RS Sayidiman Magetan, Selasa (3/10/2023).

Pelaku diduga kesal dan melampiaskan amarahnya pada putra kandungnya yang masih berusia delapan tahun karena tak segera dikirimi uang oleh sang istri yang bekerja di luar negeri.

Korban ditendang di bagian perut. Akibatnya, mengalami luka parah hingga harus menjalani operasi di RSUD dr Sayidiman.

“Alhamdulillah anaknya sudah mulai siuman, tapi belum bisa diajak bicara. Saya sudah bicara dengan keluarganya,” kata Diana Sasa, sapaan akrab Diana Amaliyah Verawatiningsih usai menjenguk korban di RS.

Persoalan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terutama dari keluarga buruh migran, kata Diana Sasa, karena beberapa diantaranya faktor tidak terpenuhinya psikologis dan biologis, sehingga emosi tidak terkontrol.

“Ada yang bisa mengkontrol ada yang tidak, bergantung pada individunya. Tapi banyak kasus yang saya tangani ini tuh bermula dari keluarga buruh migran,” katanya.

Persoalan seperti ini, lanjut Diana Sasa, akan jadi evaluasi bagi penyelenggara negara. Pihaknya akan terus mendorong pemerintah untuk memberi keterampilan tambahan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan anggota lainnya menjadi pekerja migran.

“Dengan begitu, tidak hanya mengandalkan dari keluarganya yang bekerja di luar negeri. Itu nanti akan jadi bahan untuk evaluasi dan mudah-mudahan menjadi pelajaran juga bagi masyarakat bahwa tidak ada yang lebih berharga selain keluarga,” ujar Sasa.

Anggota DPRD Jatim asal Dapil Magetan-Ngawi-Trenggalek-Ponorogo-Pacotan ini mengatakan,  DPRD dan Pemerintah akan terus berusaha membantu masyarakat untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari pekerjaan utamanya melalui keterampilan baru.

Dan pemberian bantuan-bantuan langsung yang lain yang selama ini juga sudah dilakukan oleh pemerintah.

“Mudah-mudahan itu bisa sedikit mengurangi beban. Tapi sekali lagi titik beratnya bagaimana menjaga keluarga yang ditinggalkan buruh migran,” kata Sasa.

Pada persoalan hukumnya, Diana Sasa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib sesuai ketentuan perundangan. (dav/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

PAK APBD 2026 Naik Rp149,62 M, DPRD Kota Malang Minta Anggaran Dikembalikan ke Rakyat

MALANG — Proyeksi kenaikan belanja daerah Kota Malang sebesar 6,03 persen atau Rp149,62 miliar dalam Perubahan APBD ...
LEGISLATIF

Komisi C DPRD Jatim Suntik Rp4,6 Miliar ke 23 OPD, Fuad: Untuk Optimalkan PAD

SURABAYA — Komisi C DPRD Jawa Timur merekomendasikan tambahan anggaran Rp4,6 miliar untuk 23 organisasi perangkat ...
KRONIK

PBNU Punya Pemimpin Baru, Gus Falah Dorong NU Semakin Solid dan Berdaya bagi Umat

JAKARTA — Kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan tidak hanya mampu menjaga ...
LEGISLATIF

Terima 9.205 Aduan Warga, Puan: Kritik Jangan Jadi Jarak antara Rakyat dan DPR

JAKARTA — Sebanyak 9.205 pengaduan masyarakat diterima DPR RI sepanjang 15 Agustus 2025 hingga 13 Agustus 2026. ...
EKSEKUTIF

Eri Ultimatum Pengelola Parkir: Masih Terima Tunai, Jukir hingga Pejabat Dishub Diganti

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan ultimatum keras terhadap pengelolaan parkir di Kota Pahlawan. ...
KRONIK

DPRD Jember Khawatir Artefak Sejarah Hilang, Minta Data Cagar Budaya Diperbarui

JEMBER – DPRD Jember mengkhawatirkan benda dan situs bersejarah di daerah itu hilang sebelum sempat dilindungi ...