Kamis
16 Juli 2026 | 3 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: PDI Perjuangan Dahulukan Kepentingan Rakyat Ketimbang Dansa-dansa Politik

pdip-jatim-230929-sekjen-bimtek-2

JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya membangun politik yang bertumpu pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Hasto dalam pembukaan bimbingan teknis (bimtek) untuk anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2023).

“Karena bagi kita, sebagai partai politik, membangun kemajuan Indonesia Raya ini berporos, bertumpu pada penguasaan ilmu pengetahuan dan juga teknologi. Bahwa kita sejatinya bisa menjadi bangsa yang berdikari dalam pangan,” ujar Hasto.

Di hadapan lima ribu peserta bimtek, Hasto membacakan pantun yang memberikan semangat perjuangan untuk pada pengurus dan kader PDI Perjuangan.

“Indonesia negeri singkong dan tempe, bukan negeri keju,
Dengannya kita bisa menjadi bangsa yang hebat dan maju,
Di sini seluruh kader PDI Perjuangan bertemu,
Memenangkan pemilu dengan semangat dan semua bersatu padu.”

Terkait narasi kedaulatan pangan untuk kesejahteraan rakyat, Hasto menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga prinsip-prinsip politik yang mendahulukan kepentingan rakyat dibanding dengan dansa-dansa politik.

“Hari-hari ini kita melihat wajah politik kita sangatlah dinamis, sangatlah cair, penuh dengan dansa politik. Tapi sebagai partai yang kenyang dengan asam garam kehidupan politik, kita tetap kokoh di dalam menjaga prinsip-prinsip politik sehingga kekuatan kita adalah pergerakan ke bawah menyatu dengan kekuatan rakyat,” ujar Hasto.

“Maka di tengah-tengah dansa politik itu kita sengaja menampilkan narasi yang sangat penting tentang kehidupan kita, yaitu tentang pangan. Kita ingin merombak paradigma masalah pangan bukan persoalan lumpur, bukan persoalan kemiskinan, tetapi bagaimana menempatkan petani sebagai centrum dari semua kebijakan pangan kita,” katanya.

Yang lebih penting, tambah Hasto, gelaran Pilpres 2024 bukan sekadar persoalan orang-perorang atau urusan Ganjar Pranowo semata. Tapi, juga dibutuhkan gotong royong untuk bersama-sama bergerak menyapa akar rumput.

“Rakernas ini menjadi momentum politik yang sangat penting bahwa pilpres bukan persoalan orang per orang. Tapi pemimpin itu membutuhkan kekuatan kolektif kita, memerlukan pergerakan riil kita ke akar rumput,” tandas Hasto.

Karena itu, dia berharap, seluruh anggota legislatif agar bekerja dengan sungguh-sungguh dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Selain itu, para pengurus dan kader harus mampu berkomunikasi yang menyampaikan gagasan konstruktif dalam membangun peradaban politik. (set/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mas Dhito: Sastra Saraswati Sewana Yatra Teguhkan Toleransi dan Persatuan di Candi Tegowangi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026 di Candi Tegowangi dan ...
LEGISLATIF

Saifudin Minta Pengembangan Pariwisata Kota Batu Tak Mengorbankan Kelestarian Alam

Anggota DPRD Jatim Saifudin Zuhri mendorong pengembangan ekowisata berbasis potensi lokal di Kota Batu dengan tetap ...
KRONIK

Regenerasi Ranting PDI Perjuangan di Surabaya Dipastikan Berjalan Bottom-Up

PDI Perjuangan Surabaya memastikan proses regenerasi pengurus ranting berlangsung secara bottom-up dari tingkat ...
LEGISLATIF

Tabroni Dorong Solusi Menyeluruh Pascakebakaran TPA Pakusari

DPRD Jember mendesak Pemkab segera menyiapkan solusi menyeluruh pascakebakaran TPA Pakusari, mulai percepatan PLTSa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...