Kamis
27 Agustus 2026 | 6 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

7 Bulan Belum Tanam Padi, Petani Mengadu ke Fraksi DPRD Lamongan

pdip-jatim-dprd-lamongan-10072021-hj-ning-darwati-a

LAMONGAN – Air masih menggenangi persawahan di sejumlah kecamatan lantaran tinggi muka air (TMA) Bengawan Jero belum diturunkan. Petani pun mengadu kepada Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan soal ini.  

“Belum bisa nampek (menebar bibit padi) sampai sekarang,” keluh Hamim, salah seorang petani di Kecamatan Turi, Lamongan kepada www.pdiperjuangan.com, Jumat (9/7/2021). “Harusnya pada bulan maret kita sudah bisa tebar bibit padi,” imbuhnya.  

Dampak banjir sejak Desember 200 hingga Mei 2021 membuat Hamim dan petani di sejumlah kecamatan tidak menanam padi di sawah mereka. Menurut perkiraan Hamim, ada sekitar 5000 hektar sawah yang belum tanam hingga sekarang.

Pasalnya, hingga saat ini, sejumlah persawahan di daerah tersebut terendam air dengan ketinggian 1 sampai 1,5 meter. Air masih merendam lantaran TMA di Bengawan Jero belum diturunkan. Sehingga, bagi Hamim dan para petani setempat, belum ideal untuk menebar bibit.

“Patokan kita, kalau TMA di Pintu Air Blawi turun 60 cm, saya yakin 5 ribu hektar persawahan baru bisa tebar benih padi. Dan cadangan air di Bengawan Jero masih sekitar 5 juta meter kubik air,” ungkap Hamim.

Ia berharap, pihak berwenang segera menurunkan TMA Bengawan Jero agar petani bisa memulai tandur. Hamim pun mengatakan dirinya juga sudah meminta kepada Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan untuk menjembatani persoalan ini dengan pihak terkait.

Dihubungi melalui sambungan telepon soal ini, anggota komisi B DPRD Lamongan Hj Ning Darwati mengatakan, pihaknya akan segera meminta pemkab untuk mengeluarkan volume air di Bengawan Jero ke Bengawan Solo.

Tentu, lanjut Hj Ning, dengan patokan penurunan TMA hingga 60 cm di pintu air Blawi. Sebab ambang batas 60 cm adalah untuk tetap mempertahankan cadangan air bagi pertanian di musim kemarau.

“Apalagi sekarang sudah bulan Juli, yang biasanya petani ini sudah selesai masa tanam, hanya tinggal pemupukan dan perawatan tanaman,” beber Hj Ning.

Karena itu, Hj Ning Darwati menandaskan, pihaknya akan memperjuangkan keluhan para petani. Dalam waktu dekat, Hj Ning Darwati mengupayakan persoalan ini dalam rapat di komisi kemudian segera berkirim surat kepada Bupati, Dinas Sumber Daya Air, dan BPBD agar ada solusi bagi petani di Bengawan Jero Dalam.

“Apalagi kita ketahui Lamongan ini kan menjadi lumbung pangan terbesar di Jatim dan nomor 3 nasional. Jangan sampai lumbung pangan kita terganggu karena ada sekitar 5 ribu hektar sawah tidak bisa bercocok tanam,” pungkasnya. (ak/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah: Teknologi Harus Diolah Jadi Peluang, Bukan Sekadar Konsumsi

JOMBANG – Anggota DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, ...
LEGISLATIF

Novita Dorong Pacitan Naik Kelas Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong Kabupaten Pacitan mengoptimalkan kekayaan wisata alam ...
EKSEKUTIF

Kekeringan Mengancam, Bupati Yani Gerak Cepat Kirim 20 Ribu Liter Air Bersih ke Tenggor

GRESIK – Ancaman kekurangan air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik bergerak ...
LEGISLATIF

Peternak Ayam Petelur Magetan Bakal ke Jakarta Sampaikan Aspirasi, DPRD Siap Mendampingi

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan bakal mengawal langsung persoalan perunggasan dan anjloknya harga telur ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan Pengeboran Sumur Air Bersih di Madura

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, bantuan pengeboran sumur air bersih di Dusun Tlandung ...
HEADLINE

Sambut Muktamar ke-35 NU, PDIP Jatim Buka Posko Gratis untuk Layani Muktamirin

“Monggo mampir. Kalau lelah, bisa beristirahat sebentar. Kalau ingin memeriksa kondisi kesehatan, teman-teman ...