Sabtu
12 September 2026 | 7 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pansus RPJMD Sidoarjo Dorong Validasi Data Kemiskinan oleh Mahasiswa dan Akademisi

IMG-20250706-WA0018_copy_1089x762

SIDOARJO– Ketua Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kabupaten Sidoarjo, Tarkit Erdianto, menegaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sidoarjo 2025–2029 harus berpijak pada data yang valid dan semangat keadilan, bukan sekadar memenuhi syarat administratif atau menjadi ajang program populis.

Dalam rapat pembahasan yang digelar pekan ini, Tarkit menyampaikan keprihatinan atas rendahnya akurasi data yang menjadi dasar berbagai program bantuan, termasuk pendidikan dan sosial. Ia menyebut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai sumber persoalan yang hingga kini belum terselesaikan.

“Fitnah kalau dianggap valid. Karena apa? Ketidakvalidan ini disumbang dari tingkat bawah—RT, RW. Maka saya sampaikan, validasi data jangan lagi menggunakan pola lama,” ujar Tarkit dalam forum konsultasi publik rancangan akhir RPJMD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025-2029 di Kantor Bappeda Sidoarjo, Sabtu  (5/7/2025).

Menurutnya, data DTKS yang digunakan selama ini kerap tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan, bahkan dinilai memunculkan ketimpangan dan rasa tidak adil dalam penyaluran bantuan.

Tarkit juga menyoroti akar masalah kemiskinan di Sidoarjo, yang menurutnya bukan semata soal ekonomi, melainkan mentalitas sebagian masyarakat.

“Persoalan kita bukan warga miskin, tapi warga yang bermental miskin. Kalau minta ke Tuhan, mintanya kaya. Tapi ke pemerintah, semua ngaku miskin,” katanya dengan nada kritis.

Karena itu, ia mendorong agar validasi data dilakukan oleh pihak independen seperti akademisi dan mahasiswa, agar data dasar yang digunakan dalam RPJMD benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.

Pendidikan

Menyoal program pendidikan, Tarkit menolak keras pendekatan berbasis capaian akademik semata dalam pemberian bantuan. Ia mengkritik kebijakan syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,4 dalam program beasiswa, yang menurutnya tidak menjawab problem ketimpangan.

“Saya lebih condong pada bantuan pendidikan yang berkeadilan. Kalau ngomong beasiswa kok seperti program elektoral,” katanya.

Ia menilai, banyak mahasiswa dengan potensi besar justru terpinggirkan karena sistem yang tidak mempertimbangkan konteks sosial dan ekonomi mereka.

“Yang masuk saja setelah diverifikasi IPK-nya 3,8, itu kan berat. Kalau semua harus begitu, apa kabar anak-anak kita di daerah?” tambahnya.

Lebih lanjut, Tarkit juga menyoroti program bantuan seperti MBG (makanan bergizi Gratis) dan pendirian Sekolah Rakyat, yang menurutnya belum tepat sasaran.

“Apa artinya anaknya dikasih MBG, sementara orang tuanya kena PHK dan menganggur? Kita ini butuh lapangan pekerjaan, bukan hanya program tempelan,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan kesiapan sumber daya manusia di lapangan untuk mendukung program seperti Sekolah Rakyat, mengingat keterbatasan guru yang sudah ada saat ini.

Sebagai solusi jangka panjang, Tarkit mendorong terbentuknya big data daerah terpadu, yang bisa digunakan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dengan basis data yang sama dan valid, program-program daerah bisa lebih tepat sasaran.

“Kalau lulusan SMK lebih banyak, ya jangan latih mereka jadi yang lain. Harus sinkron. Makanya data itu penting. Validasi dulu, baru jalan programnya,” tandasnya.

Tarkit menegaskan bahwa RPJMD bukan sekadar formalitas dokumen lima tahunan, melainkan arah pembangunan yang harus bisa menjawab kebutuhan dan tantangan nyata di masyarakat.(hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...