Senin
01 Juni 2026 | 4 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

1 Suro, Warga Dongko Trenggalek Gelar Upacara Adat Ngetung Batih

pdip-jatim-240708-ngetung-batih-1

TRENGGALEK – Rayakan tahun baru hijriah atau bulan Suro, warga Dongko, Trenggalek menggelar upacara adat Ngetung Batih atau menghitung keluarga, Minggu (7/7/2024).

Tradisi yang telah dilakukan turun-temurun ini diawali dengan kirab takir plontang dan aneka sesaji dari ruas jalan utama kecamatan menuju lapangan Blimbing, Kecamatan Dongko.

Takir plontang dan aneka sesaji tersebut kemudian diserahkan ke pemimpin kecamatan untuk dilakukan doa bersama dipimpin tokoh adat setempat.

Salah satu momen yang ditunggu adalah rebutan takir plontang, masyarakat yang hadir di lokasi adu cepat untuk mendapatkan aneka sajian tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah ayam hidup yang dilepas oleh para pejabat dan tokoh menjadi rebutan masyarakat.

Dilansir dari detikjatim, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan tradisi Ngetung Batih saat ini juga menjadi ajang berbagi.

Karena setelah upacara berlangsung dilakukan pembagian takir dan ayam kepada masyarakat.

“Upacara adat Ngetung Batih telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda, sehingga perlu kita lestarikan,” beber Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Pihaknya berharap dalam menapaki tahun baru hijriah mendatang masyarakat di Kecamatan Dongko maupun Trenggalek diberikan keberkahan dan dijauhkan dari marabahaya.

“Semoga Allah memberikan Rahmat kepada kita semua. Semoga di Dongko maupun Trenggalek pada umumnya tidak ada bencana,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Sunyoto, mengatakan upacara adat Ngetung Batih di Kecamatan Dongko digelar setiap menjelang pergantian tahun baru Hijriah.

“Ngetung Batih itu adalah menghitung anggota keluarga. Maknanya apa, pada malam pergantian tahun orang itu introspeksi apa yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” kata Sunyoto.

Menurutnya, dalam upacara adat ini, sekaligus menjadi momentum untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tahun berikutnya diberikan keberkahan, keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya.

“Jadi maknanya syukur dan permohonan. Syukur atas yang dicapai tahun ini dan permohonan untuk tahun berikutnya,” ujarnya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Pancasila dan Jalan Pulang Bangsa Indonesia

Oleh Nur Hakim SETIAP 1 Juni, kita ramai-ramai merayakan Hari Lahir Pancasila. Trending di media sosial, upacara ...
KABAR CABANG

Pelantikan PAC Se-Tuban, Didik Prasetiyono Ingatkan Tekad Menang Pemilu untuk Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

TUBAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur resmi melantik 206 Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 20 ...
KABAR CABANG

Peringati BBK, DPC PDIP Jember Pilih Bersihkan Sungai dan Gelar 1 Juta Selawat

DPC PDI Perjuangan Jember memperingati Bulan Bung Karno dengan aksi bersih sungai dan gerakan 1 Juta Selawat untuk ...
KABAR CABANG

Deni Wicaksono Ingatkan Kader Hadapi Pertarungan Politik Digital 2029

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengingatkan kader menghadapi pertarungan politik digital ...
KRONIK

DPD PDIP Jatim Perkuat Ideologi, Kaderisasi Masif Segera Digelar di Seluruh Jawa Timur

PONOROGO – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan segera melaksanakan program kaderisasi secara masif bagi seluruh ...
KABAR CABANG

PAC Se-Sidoarjo Tanam Bibit Sukun di 18 Kecamatan, Sambut Harlah Pancasila dan Bulan Bung Karno

SIDOARJO – Kader-kader PAC di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi tanam bibit pohon sukun di ...