Senin
03 Agustus 2026 | 7 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

1.000 Tumpeng untuk Kenduri Haul Bung Karno

pdip-jatim-haul-bung-karno-2016

pdip-jatim-haul-bung-karno-2016BLITAR – Haul Bung Karno ke-46 kembali digelar Pemerintah Kota Blitar, Senin (20/6/2016). Peringatan meninggalnya sang proklamator kemerdekaan sekaligus Presiden pertama RI itu di antaranya dilakukan dengan kenduri 1.000 tumpeng.

Kenduri sekaligus buka puasa bersama digelar di sepanjang Jalan Ir Sukarno hingga Jalan Jendral Sudirman mengarah ke Jalan Sultan Agung sampai di pelataran Istana Gebang, Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan.

Sebelum selamatan 1.000 tumpeng dimulai, acara yang dipimpin langsung Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar diawali dengan ziarah ke makam Bung Karno. Tepat Pukul 16.00 WIB, kenduri 1.000 tumpeng yang dipimpin Ketua MUI Kota Blitar Drs Subakhir, dimulai dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan tahlil dan diikuti ribuan peserta kenduri.

“1.000 tumpeng ini adalah wujud rasa syukur sekaligus doa bagi sang Proklamator bangsa Indonesia, Ir Soekarno,” kata Samanhudi, di sela acara.

Wali kota yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar ini berharap, haul Bung Karno yang kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, bisa membuat masyarakat Indonesia senantiasa mengingat segala perjuangan dan pemikiran Soekarno terhadap bangsa dan negara.

“Nilai-nilai Pancasila yang digali Bung Karno pada 1 Juni 1945, sudah seharusnya dipahami menjadi simbol toleransi antar hubungan sesama umat beragama,” ucap Samanhudi.

Menjelang puncak haul, di pelataran makam Bung Karno digelar acara Semaan Alquran dan manaqib bersama. Kegiatan ini juga diisi doa lintas agama diikuti ratusan peserta.

Panitia peringatan haul Bung Karno, Gigih Mardana, mengemukakan, dalam haul ini memang sengaja melibatkan berbagai macam pemeluk agama. Mereka ikut mendoakan Bung Karno sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

“Bung Karno ini adalah bapak bangsa dan dimiliki semua golongan. Untuk itu, kami beri kesempatan ke seluruhnya untuk mendoakannya,” jelas Gigih.

Doa lintas agama ini, tamvag dia, juga sebagai bentuk kebersamaan. Bung Karno merupakan bapak bangsa dan proklamator, sehingga tidak membeda-bedakan antarumat beragama.

Meski ada acara haul, lokasi makam Bung Karno tidak ditutup untuk umum. Masyarakat yang ingin ziarah ke makam bisa leluasa untuk ziarah. Mereka pun juga dengan khusyuk mendoakan almarhum Bung Karno. (ven)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

KONI Trenggalek Siap Jembatani Kejuaraan Renang Pelajar Digelar Secara Kontinyu

KONI Trenggalek siap menjembatani penyelenggaraan kejuaraan renang antarpelajar secara kontinyu untuk mencetak ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Guru Tanamkan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Batara Goa mendorong guru mengintegrasikan moderasi beragama dalam pembelajaran ...
SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Bangkalan Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang ...