Kamis
02 Juli 2026 | 1 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yordan Minta Riset BRIDA Mampu Jadi Solusi Konkret Atasi Persoalan Kemiskinan di Jatim

pdip-jatim-250915-yordan

SURABAYA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur diminta untuk bisa menghasilkan penelitian yang benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Peningkatan anggaran BRIDA di PAPBD Jatim 2025 harus bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan anggota Komisi A DPRD Jatim, Yordan Batara Goa, menyikapi tambahan anggaran BRIDA Jatim dalam PAPBD Jatim 2025.

Yordan minta agar anggaran riset tidak hanya digunakan untuk kajian akademis semata, tapi juga mampu memberikan solusi konkret terhadap persoalan kemiskinan di Jawa Timur.

Pasalnya dengan kondisi ekonomi yang tidak baik baik saja saat ini, kata Yordan, BRIDA bis melakukan riset potensi daerah untum perbaikan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap penambahan anggaran yang ada ini, digunakan untuk riset yang betul-betul berdampak untuk masyarakat Jawa Timur. Jadi tidak hanya sekedar riset saja, tetapi ada dampaknya. Dampaknya apa? Ya tentu kesejahteraan masyarakat Jawa Timur bisa lebih naik, lebih merata,” tegas Yordan, Senin (15/9/2025).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, tahun depan BRIDA juga berencana mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Inovasi Daerah. Menurutnya, regulasi ini penting agar penelitian tidak hanya berhenti di tataran publikasi, tetapi menjadi dasar lahirnya kebijakan yang berbasis riset.

“Kami mendorong agar perda ini menjadi perda riset dan inovasi daerah. Sekaligus memberi landasan buat BRIDA makin inovatif, makin berupaya keras dalam menghasilkan penelitian yang bisa berdampak buat kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dia menekankan, riset yang dilakukan BRIDA harus menyentuh isu-isu strategis, termasuk langkah konkret pemerintah provinsi dalam mengentaskan kemiskinan.

“Daerah Kota Kabupaten khususnya, bisa menidaklanjuti hasil BRIDA dalam mengatasi persoalan ekonomi masyarakat. Dan bisa mengambil kebijakan terkait perbaikann ekonomi masyarakat misalnya,” lanjut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Surabaya ini.

Diketahui, dalam struktur Perubahan APBD 2025, pagu awal BRIDA sebesar Rp31,405 miliar meningkat menjadi Rp33,188 miliar setelah penambahan anggaran Rp1,782 miliar. Pergeseran ini menunjukkan fokus baru dari belanja rutin ke arah penguatan riset dan inovasi.

Komisi A DPRD Jatim juga merekomendasikan tambahan Rp500 juta bagi BRIDA untuk kajian pendirian usaha berbasis inovasi Iptek di Jawa Timur, termasuk analisis dan penilaian inovasi unggulan hasil penelitian.

“Ini yang kita dorong, kebijakan berbasis riset. Untuk itu kami sangat mengandalkan BRIDA,” pungkas Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Gresik Gandeng LKSA Penuhi Kuota Sekolah Rakyat

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik mempercepat pemenuhan kuota peserta didik Sekolah Rakyat dengan menggandeng ...
EKSEKUTIF

Bantu Petani Tekan Biaya Produksi, Mas Dhito Salurkan Benih Jagung Rp19 M untuk 13.300 Hektare

Bupati Kediri Mas Dhito menyalurkan bantuan 200 ton benih jagung senilai Rp19 miliar untuk 13.300 hektare lahan ...
KABAR CABANG

Tutup Bulan Bung Karno, Kader Banteng Kabupaten Mojokerto Bersih-Bersih Makam Raden Wijaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto menutup Bulan Bung Karno 2026 dengan aksi bersih-bersih makam Raden Wijaya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Perluas Kemitraan Strategis Percepat Penanganan Rutilahu

DPRD Surabaya mendorong Pemkot memperluas kemitraan dengan pemerintah pusat, Pemprov Jatim, filantropi, dan swasta ...
KRONIK

Resmikan Arwalos, Sonny PDI Perjuangan Ajak Pemuda Alasmalang Aktif Bangun Desa

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menghadiri peresmian organisasi Arwalos ...
LEGISLATIF

Insentif Guru Non ASN di Lumajang Diproses

LUMAJANG – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman menegaskan bahwa dana insentif bagi guru non-ASN di ...