TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berupaya untuk menekan angka pengangguran dengan mencanangkan program 5 ribu wanita pengusaha baru setiap tahun.
Salah satu upaya yang dilakukan Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin adalah dengan menggelar berbagai macam pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) untuk menumbuhkan kemampuan dan mental pengusaha para wanita terutama ibu rumah tangga (IRT).
Terbaru, Pemkab Trenggalek menyelenggarakan pelatihan wirausaha perempuan baru sektor perikanan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 9 hingga 11 September 2024 di Balai Benih Ikan, Jalan Brigjen Soetran, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek.
Peserta pelatihan tersebut adalah 53 pengusaha yang mayoritas di antaranya adalah perempuan. Mereka mendapatkan pelatihan dari Managing Director of Amplify Minds, Syafril Riza.
“Pelatihan ini masuk kepada program prioritas kita. Karena kita ingin menumbuhkan wirausaha baru dan juga meningkatkan kelas UMKM,” kata Mas Ipin, Selasa (10/9/2024).
Peserta dari program tersebut adalah perempuan yang sudah berumah tangga dengan harapan penghasilan dari usahanya nanti bisa menjadi tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kalau pendapatannya meningkat, kualitas hidupnya juga meningkat. Dan ini sudah menjadi bagian dari RPJMD kita dimana setiap tahun kita target 5.000 pengusaha perempuan baru,” sebutnya.
Pemilihan Syafril sebagai mentor dinilai Mas Ipin juga sangat tepat, karena nama tersebut pernah sempat mengawal program Jadi Pengusaha Mandiri (Japri) di Trenggalek dengan hasil yang memuaskan.
Syafril, menurut Mas Ipin, sudah berpengalaman dengan para NGO (Non Governmental Organizatio) di dunia.
“Banyak yang sudah punya omset sampai miliaran, karena tangan dingin beliau,” tambah Mas Ipin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati menambahkan pelatihan tersebut untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif atau menyeluruh dan sumberdaya manusia yang kreatif.
“Peserta Bimteknya sebanyak 53 orang yang terdiri dari 37 orang (70 persen) perempuan dan 16 orang (30 persen) laki-laki. 27 orang (51 persen) pelaku usaha perikanan dan 26 orang (49 persen) pelaku usaha sektor lainnya,” papar Cusi.
Sedangkan kategori peserta yang diambil adalah mereka yang belum memiliki usaha sampai dengan memiliki usaha rintisan yang berjalan kurang dari 1 tahun, dengan rentang usia peserta antara 19 sampai dengan 43 tahun. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










