Jumat
16 Oktober 2026 | 10 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Whisnu Ajak Arek Suroboyo Wani Donor Plasma Konvalesen

pdip-jatim-whisnu-020221

SURABAYA – Plt Wali Kota Whisnu Sakti Buana mendorong arek-arek Surabaya wani (berani) donor plasma konvalesen. Hal itu untuk menekan angka kematian Covid-19 salah satunya dengan donor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19.

“Kita berharap arek-arek suroboyo yang juga sebagai penyintas wani donor plasma karena itu sangat membantu menekan angka kematian Covid,” kata Whisnu, Senin (1/2/2021).

Dengan dilakukan donor plasma konvalesen, terang Whisnu, akan membantu penderita covid-19 mempercepat antibodinya.

“Kalau dengan donor plasma konvalesen semakin masif itu juga akan menurunkan angka kematian covid karena sangat dibutuhkan bagi penderita sedang dan berat, mempercepat antibodinya muncul,” ujarnya.

“Laporan PMI dari kemarin, Surabaya stok plasma konvalesennya sangat tinggi di Indonesia kita punya 4.000 bag, DKI 2.500 bag,” sebut WS, sapaan akrabnya.

Sementara itu, terkait penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Surabaya, kata Whisnu, hingga saat ini sangat efektif.

Mengutip keterangan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, ungkapnya, bahwa Surabaya masuk dalam zona kuning. “Artinya di Surabaya sangat efektif,” jelasnya.

Sesuai arahan rapat koordinasi (rakor) dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, tambah dia, agar dibuka posko-posko di sekitaran pasar tradisional karena menciptakan kerumunan yang paling krusial.

“Ada beberapa yang harus diperketat lagi. Salah satunya pokso di pasar tradisional. Untuk sementara pasar-pasar induk, seperti Pasar Wonokromo, Pasar Keputran, dan Pasar Pabean,” jelasnya.

Dia pun menegaskan bahwa menghadapi pandemi ini jangan pernah lengah dan lelah dengan menguatkan antibodi. “Makannya harus cukup, ini kita pantau terus jangan sampai warga Surabaya tidak bisa makan. Akan kita bantu,” tuturnya.

Disinggung soal perpanjangan PPKM, pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menambahkan bahwa ini merupakan evaluasi nasional.

“Dalam evaluasi ada kemungkinan diperpanjang secara nasional. Kami bagian dari itu, ada usulan kalau Jawa Tengah menerapkan PPKM di seluruh kabupaten/kota, mungkin Jawa Timur juga diterapkan di seluruh kabupaten/kota. Tapi Surabaya sebetulnya sudah memberikan contoh dan bisa menjadi model di daerah lain,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...