Sabtu
11 April 2026 | 12 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Madiun Keluhkan Program Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Ganjar Pranowo: Solusinya KTP Sakti!

pdip-jatim-240118-gp-mediun-4

MADIUN – Suara emak-emak warga Madiun terdengar keras saat mereka menyampaikan keluhan kepada Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, terkait program bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.

Harapan muncul ketika Ganjar Pranowo menegaskan siap mengatasi permasalahan tersebut dan memperbaiki sistem penyaluran bantuan jika terpilih menjadi presiden.

Gina (60), seorang warga Madiun, dengan tegas menyuarakan kekecewaannya terhadap ketidaktepatan penyaluran bantuan.

“Pak, bantuan banyak yang tidak tepat sasaran. Saya tidak dapat bantuan, justru tetangga saya yang kaya-kaya dapat,” ungkap Gina, dalam acara Konsolidasi Akbar Relawan Ganjar-Mahfud di halaman Radio Madya FM Madiun, Kamis (18/1/2024).

Konsolidasi relawan itu dihadiri Ganjar Pranowo, yang pada hari ini melakukan kampanye Pilpres 2024 di wilayah Jawa Timur. Dalam rangkaian kampanyenya, Ganjar menyambangi Ngawi, Madiun, dan Magetan.

Gina juga mengungkapkan bahwa upayanya mengajukan bantuan ke RT/RW dan kelurahan tempat tinggalnya tidak membuahkan hasil hingga saat ini.

Dia mendesak Ganjar Pranowo untuk memperbaiki sistem penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran, terutama untuk masyarakat kecil.

Ganjar Pranowo, yang mendengarkan keluhan dengan cermat, mengakui bahwa masalah bantuan yang tidak tepat sasaran seringkali menjadi keluhan di berbagai tempat yang dikunjunginya.

“Maka inilah yang mesti dibereskan. Saya siap membereskan karena salah satu program prioritas kami adalah membenahi data dan merealisasikan satu data Indonesia,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan pendataan yang tidak benar, Ganjar Pranowo menjelaskan program KTP Sakti (Satu Kartu Terpadu Indonesia). Program ini memperbaiki data dengan melibatkan RT, RW, dan kepala desa untuk memastikan setiap bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

KTP Sakti menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) sebagai dasar pendataan, sehingga semua data masyarakat dapat terpantau dengan lebih akurat.

“Kita libatkan RT, RW, dan kepala desa untuk perbaikan data itu. Kalau datanya benar, maka semua program pemerintah bisa tepat sasaran. Kalau datanya tidak benar, ya seperti yang dikeluhkan hari ini, bahwa yang menerima justru yang kaya,” ujarnya. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Tuntas Musancab, DPC Kota Pasuruan Pastikan Komposisi PAC Akomodir Senior dan Kader Muda

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan siap all out melaksanakan kerja-kerja politik kerakyatan melalui ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sampang Libatkan Tokoh Lintas Agama di Kepengurusan PAC

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk gas pol memperkuat struktur partai ...
KRONIK

Untari: Aplikasi Parenting Bisa Jadi Solusi Orang Tua Awasi Anak di Era Digital

SURABAYA — Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menekankan pentingnya peran orang tua ...
SEMENTARA ITU...

Gowes ke Kantor, Cara Ketua DPRD Ngawi Menjawab Imbauan Hemat Energi

NGAWI – Pagi itu, suasana jalanan Ngawi belum terlalu padat. Di antara lalu lalang kendaraan bermotor, seorang pria ...
KABAR CABANG

Usai Musancab, DPC Sidoarjo Siap Tuntaskan Musyawarah Ranting di 346 Desa/Kelurahan Akhir Juni 2026

SURABAYA — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Hari Yulianto menegaskan ...
HEADLINE

PDIP Jatim Apresiasi Dominasi Anak Muda dan Perempuan di PAC, Energi Baru Partai Menguat

SURABAYA — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengapresiasi dominasi anak muda dan perempuan dalam komposisi ...