Sabtu
18 April 2026 | 4 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Bantaran Kali dan Kumuh Diutamakan Tempati Rusunawa

pdip-jatim-ilustrasi-rusun

pdip-jatim-ilustrasi-rusunSURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, sebanyak 3.000 keluarga masuk dalam waiting list Pemkot Surabaya yang belum bisa menempati fasilitas rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Pemkot Surabaya akan mengutamakan warga Surabaya yang tinggal di kawasan kumuh serta bantaran sungai untuk menempati rusunawa tersebut. Jumlah itu adalah warga yang suka berpindah tempat yang ingin menempati rusun.

“Waiting list-nya ada 3.000 KK, itu seluruh rusun. Saya prioritaskan untuk warga di kawasan kumuh dan bantaran kali dulu. Baru mereka yang mengajukan diri untuk menempati rusun,” kata Risma, beberapa waktu lalu.

Untuk memenuhi permintaan itu, lanjut Risma, tahun ini Pemkot Surabaya membangun rusun dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di sejumlah kawasan.

Pembangunan itu rencananya berada di wilayah Kali Kedinding, Kali Kepiting, Wonorejo, Jambangan dan Keputih. “Semua itu anggarannya itu ada dari APBN dan APBD,” ujarnya.

Adapun lahan yang telah siap untuk dibangun rumah susun di antaranya, di Keputih seluas 25.000 meter persegi yang akan dibangun 12 blok lima lantai dan mampu menampung 576 KK.

Di pergudangan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan di Tambaksari dengan luas 13.000 meter persegi akan dibangun empat blok lima lantai dengan menampung 192 KK.

Ada lagi di wilayah Kelurahan Gayungan seluas 10.000 meter persegi yang akan dibangun enam blok lima lantai dan mampu menampung 288 KK.

Sedangkan di Kelurahan Benowo, Pakal, luas lahannya 43.000 meter persegi yang akan dibangun 25 blok masing masing lima lantai yang mampu menampung 1.200 KK.

Menurut mantan kepala Bappeko Surabaya ini, idealnya hunian satu rumah adalah satu KK. Namun pada kenyataannya, masih banyak ditemukan dalam hunian ditempati dua hingga tiga KK. Hal itu dinilai Risma tidak menyehatkan sehingga harus ada perubahan.

“Kami penuhi yang 3.000 ribu dulu, baru fokus memecahkan KK yang lebih dari satu,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Diana Sasa Dorong Evaluasi Tambang Jatim, Soroti Dampak Galian C di Magetan

Diana Sasa mendorong evaluasi tambang di Jawa Timur setelah keluhan warga terkait dampak galian C di Magetan, mulai ...
HEADLINE

Megawati Tegaskan Pemikiran Bung Karno, Kader PDIP Harus Visioner dan Membumi

Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya pemikiran Bung Karno bagi kader PDIP agar visioner, membumi, serta ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tempatkan ASN di Setiap RW, Perkuat Program Kampung Pancasila

Eri Cahyadi menempatkan ASN sebagai pendamping di setiap RW untuk memperkuat Program Kampung Pancasila 2026 dan ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Sumenep Ngonthel ke Kantor, Hosnan: Dukung Penghematan BBM

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengimbau seluruh anggotanya untuk menggunakan sepeda ontel saat ...
EKSEKUTIF

Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem, Bupati Yani Minta PMI Gresik Perkuat Kesiapsiagaan dan Libatkan Generasi Muda

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memperkuat ...
BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...