Jumat
04 September 2026 | 4 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wali Kota Mojokerto: Sanksi Berat bagi Aparat yang Jual Beli Jabatan

pdip jatim - wali kota masud yunus

pdip jatim - wali kota masud yunusMOJOKERTO – Wali Kota Mas’ud Yunus mewanti-wanti aparat Pemerintah Kota Mojokerto tidak melakukan praktik jual beli jabatan. Kalau ketahuan dan terbukti ada yang melakukan jual beli jabatan, pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi berat.

“Saya sudah tidak tedeng aling-aling, siapapun yang beli dan jual jabatan, keduanya akan dikenakan sanksi berat. Sebab itu adalah ranah pidana. Kalau perlu tangkap tangan,” tegas Mas’ud Yunus, saat membuka diklat calon kepala sekolah se-Kota Mojokerto di Pendopo Graha Praja Wijaya, kemarin.

Wali kota dari PDI Perjuangan itu menyatakan sangat anti dengan praktik jual beli jabatan. Sebab, jelasnya, dengan membeli jabatan, seorang pejabat kalau sudah menempati posisi jabatan pasti akan mencari balik modal.

“Dan balik modal kalau tidak ngentit iku ora iso (korupsi itu tidak bisa),” ujarnya.

Untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, pihaknya melakukan lelang jabatan. Tidak hanya untuk kepala sekolah, untuk menentukan pejabat eselon II juga dilakukan lelang jabatan.

“Ketika diumumkan, saya katakan bahwa sekalipun ini kewenangan wali kota, tetapi untuk menentukan pejabat yang terpilih maka saya gunakan kewenangan untuk menetapkan ranking satu dari tes tersebut untuk menduduki lowongan tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika pemerintahan bersih dan transparan, maka bisa melayani masyarakat dengan baik. Kalau pelayanan pemerintahan bagus, lanjutnya, maka sebagai pelayan masyarakat, pemerintah daerah bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Sebab tugas dari kepala daerah itu adalah menyejahterakan masyarakat melalui kegiatan pelayanan yang baik. Untuk melaksanakannya harus diciptakan pemerintahan yang bersih dan baik. Itu adalah filosofi yang kita anut selama ini,” tuturnya.

Dia juga mengajak semua aparatur Pemerintah Kota Mojokerto menerapkan kinerja istimewa yang bermakna. “Ini sebuah teori manajemen modern yang artinya kinerja istimewa yang kaya dengan ide, kaya dengan kreasi dan kaya dengan inovasi. Hasilnya nanti tidak hanya dirasakan tapi juga membanggakan,” harapnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...