Rabu
12 Agustus 2026 | 3 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wali Kota Eri Gandeng KPK Panggil Ketua RT-RW se-Surabaya

PDIP-Jatim-Eri-Cahyadi-16092025

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggencarkan blusukan, mensosialisasikan pendidikan anti-korupsi ke RT-RW se-Surabaya.

Menurut Eri, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari banyaknya aduan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diterima. Total sekira 15 aduan diterima lewat Whatsapp hingga media sosialnya.

“Kami juga memasukan pengumuman ke seluruh rumah kota surabaya bahwa tidak ada lagi pemungutan adminduk, perijinan, sehingga tidak ada celah,” ujar Eri usai gelaran Sosialisasi Penguatan Integritas Budaya Anti Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi bagi Pemerintah Kota Surabaya di Graha Sawunggaling, Kantor Pemkot, Selasa (16/9/2025).

Eri memaparkan, dari pemeriksaan, rata-rata pungli dilakukan oleh orang di luar pemerintahan. Yakni lewat perantara atau biasa disebut calo. Hal ini tentu sangat meresahkan. Banyak pula yang mengaku tidak mengerti bahwa tindakan yang mereka lakukan salah.

Untuk itu, ia akan kembali menggandeng KPK, memberikan sosialisasi terkait pendidikan anti korupsi ke para pengurus RT-RW hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) se-Surabaya.

“Yang sudah kami lakukan ternyata 15 itu rata-rata ada perantaranya. Ada yang masuk bayar, tadi saya sampaikan ke KPK untuk menyampaikan ke RT-RW apakah itu termasuk dibolehkan atau tidak,” ucapnya.

Ditanya mekanisme, Eri mengaku rencana sosialisasi bisa dilakukan langsung maupun melalui zoom.

“Jadi, nanti biar disampaikan teman-teman KPK sehingga pembelajaran gratifikasi mulai dari tingkat terdekat dengan masyarakat sampai Wali Kota Surabaya agar kami punya cara dan pemikiran yang sama,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap, langkah ini bisa membawa Kota Surabaya menjadi Kota yang bersih. Dimulai dari tingkatan RT hingga Wali Kota dapat kompak menolak upaya maupun potensi korupsi yang merusak pemerintahan.

“Jadi ketika kita tidak melakukan pungutan, yang di luar pemerintah juga harus melakukan yang sama,” tutur Eri.

“Karena itu semua dinas tahun 2026 harus bimbingan tekni (BBS) untuk membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK),” tandasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...