Kamis
14 Mei 2026 | 12 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wali Kota Eri Cahyadi Terus Gaungkan Sekolah Ramah Anak dan Anti-Bullying

pdip-jatim-250719-sekolah-ramah-anak-1

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan komitmen kuat dalam membentuk generasi muda berkarakter tangguh dan berakhlak mulia. Salah satu upaya yang konsisten digaungkan adalah penguatan program ‘Sekolah Ramah Anak’, yang telah dideklarasikan sejak 2019.

Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan inklusif bagi anak-anak. Terlebih di era digitalisasi saat ini, anak-anak diharapkan mampu memilah informasi, serta mengasah potensi dan minatnya dalam berbagai bidang.

Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, Pemkot Surabaya kembali menekankan pentingnya pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang mengedepankan prinsip ramah anak dan bebas dari segala bentuk perundungan atau bullying.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tegas menginstruksikan kepada seluruh satuan pendidikan, khususnya jenjang SD dan SMP, untuk menyelenggarakan MPLS yang membangun semangat positif, penuh kasih sayang, dan menggembirakan.

“Karakter anak-anak ini akan dimulai dari MPLS, sehingga suasana yang gembira dan nyaman akan membuat siswa betah di sekolah. Maka di situlah disiapkan sekolah yang penuh rasa kasih sayang, penuh rasa gembira, penuh dengan rasa agama,” kata Eri Cahyadi, Jumat (18/7/2025).

Menurutnya, pendidikan karakter bukan hanya jadi tanggung jawab sekolah, tapi juga keluarga. Dia menekankan pentingnya peran orangtua dalam mendampingi dan menjaga tumbuh kembang anak-anak.

“Saya berharap orangtua ini mempunyai peranan penting menjaga putra-putrinya. Tidak bisa hanya dititipkan di sekolah,” tuturnya.

Sebagai bentuk sinergi pendidikan dan pengasuhan, Pemkot Surabaya telah merancang jadwal kegiatan sekolah hingga pukul 12.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan program Sekolah Wawasan Kebangsaan dan Sekolah Bakat Minat hingga pukul 14.00 WIB.

Eri berharap anak-anak mendapatkan ruang untuk menyalurkan dan mengembangkan potensi non-akademik, seperti seni, olahraga, hingga keterampilan. “Apa pun bakat dan minat anak, mari kita dukung sepenuhnya. Saya sangat berharap orangtua dapat membantu anak-anak mereka mengeksplorasi hobi dan bakatnya,” ajak Eri.

Langkah progresif ini mendapat dukungan dan apresiasi dari pemerintah pusat. Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Nia Nurhasanah, mengungkapkan kekagumannya atas pelaksanaan MPLS di Surabaya yang dinilai aman, ramah, dan menggembirakan.

“Jika di rumah mereka disayangi orangtua, di sekolah baru pun mereka harus merasa sama. Mereka diperhatikan, dihormati, bahkan dimuliakan,” kata Nia saat meninjau kegiatan di TK-KB Bung Karno, Komplek Graha Bunda PAUD, Surabaya.

Nia menilai kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan Pemkot Surabaya sejalan dengan program prioritas nasional seperti wajib belajar 13 tahun, Gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), MPLS Ramah Anak, dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). “Ini merupakan sinergi dan kolaborasi luar biasa antara program prioritas kami dengan Pemkot Surabaya,” sebutnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, memastikan bahwa prinsip sekolah ramah anak telah diterapkan di seluruh SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Setiap sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkan inovasi sesuai karakteristik lokalnya.

Dia menjelaskan bahwa prinsip sekolah ramah anak mencakup lingkungan yang edukatif dan rekreatif, serta memperkuat pendidikan karakter siswa dalam aspek religius, akademik, dan pengembangan bakat.

“Lingkungan sekolah yang ramah dan edukatif dikemas menjadi Sekolah Arek Suroboyo, program pembelajaran yang efektif dan edukatif,” jelas Yusuf.

Pada tahun ajaran ini, Dinas Pendidikan juga memberi fokus lebih pada penguatan program anti-bullying dan penanaman nilai-nilai toleransi. Yusuf menegaskan bahwa kunci pencegahan perundungan adalah keberanian siswa untuk bersuara.

“Berani berpendapat, berani bicara, berani memberi tahu, dan berani menolak jika ada hal yang tidak benar,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Dispendik Surabaya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Bullying di setiap sekolah, yang melibatkan OSIS, Orpes (Organisasi Pelajar Sekolah) hingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Satgas ini memiliki peran strategis dalam mengenalkan kegiatan ekstrakurikuler kepada siswa baru serta membantu proses adaptasi mereka di lingkungan sekolah. “Dengan adanya Satgas ini, diharapkan tidak ada lagi kasus perundungan yang terjadi,” harap Yusuf.

MPLS tahun 2025 mengangkat tema “Sekolahku, Rumahku, Guruku, Orang Tuaku,”. Tema yang diangkat ini mencerminkan integrasi harmonis antara lingkungan sekolah dan keluarga dalam pembentukan karakter anak.

Yusuf berharap pelaksanaan MPLS selama sepekan menjadi momen awal yang menyenangkan bagi siswa baru, sekaligus memperkuat komitmen semua pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan bebas bullying. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...