Selasa
20 Oktober 2026 | 2 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Bojonegoro Hadiri Diskusi Ihwal Pemikiran Bung Karno

pdip-jatim-bojonegor0-310521-a
Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto saat dalam acara diskusi Quo Vadis Pemikiran Soekarno, di Bojonegoro, Minggu (30/5/2021).

BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro Drs H Budi Irawanto M Pd menghadiri diskusi bertema Quo Vadis Pemikiran Soekarno dan Nasionalisme di Warung K-Noman Jalan Lisman, Campurejo Kecamatan dan Kabupaten Bojonegoro. Diskusi dikemas dalam acara Ngobrol Pintar (Ngopi) sebagai refleksi menjelang peringatan Bulan Bung Karno.

Wakil Bupati Budi Irawanto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Refleksi pada diskusi ini menjadi masukan bagi pihaknya untuk menerapkan pemikiran-pemikiran Soekarno dalam kebijakan pemkab.

“kritik dan saran sangat penting bagi kami. Terus lakukan hal yang baik selagi bisa dan harus konsisten,” kata Budi Irawanto, Minggu (30/5/2021).

Acara menghadirkan pembicara Yuska Harimurti, Presidium Gusdurian Jawa Timur. Diskusi dipandu presenterAven Januar, Koordinator Forum Jokowi Jatim. Acara diikuti sejumlah aktivis pemuda Bojonegoro, tokoh masyarakat, dan tokoh politik serta media.

Imam Muklas selaku panitia menyampaikan, perlunya kita menciptakan ruang dan membudayakan diskusi terkait dengan pentingnya Pancasila dan eksistensi Soekarno di masa kini.

“Momentum menjelang bulan Bung Karno adalah waktu yang tepat bagi siapa saja untuk berbicara tentang sosok Proklamator ini,” kata Imam Muklas.

Yuska Harimurti menyampaikan, pemikiran dan semangat Soekarno sangat keren. Pancasila sebagai dasar negara adalah pemikiran orisinil Soekarno yang diambil dari sumber-sumber kearifan lokal bangsa Indonesia. “Ini yang tidak dimiliki oleh bangsa atau negara manapun,” kata Yuska.

Proses pembangunan dan modernisasi, lanjut Yuska, tidak bisa dihindari. Namun dalam modernisasi pembangunan tidak menghilangkan kearifan lokal yang ada di satu daerah.

Lebih lanjut Yuska menjelaskan, diskusi seperti ini adalah dialektika untuk memberikan masukan dan kritik kepada pemerintah. Perlu dipertanyakan kepada pemerintah karena tujuan negara adalah menuju masyarakat yang adil dan makmur.

“Kita wajib mempertanyakan apakah suatu pemerintah sudah melaksanakan sesuai pancasila?” tandasnya.

Yuska Harimurti berharap, dengan diskusi ini semoga pemikiran Soekarno dan Pancasila bisa diterapkan di daerah dan tetap melestarikan kearifan lokal. (sut/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...