Kamis
15 Oktober 2026 | 11 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Buka Musda X LDII Ngawi, Bupati Ony Apresiasi Kontribusi Organisasi terhadap Daerah

IMG-20260521-WA0006_copy_691x460

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) X DPD LDII Kabupaten Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Kamis (21/5/2026).

Pembukaan Musda ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Ony. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan LDII se-Kabupaten Ngawi untuk menentukan kepengurusan organisasi tingkat daerah periode lima tahun ke depan.

Dalam keterangannya, Bupati Ony mengatakan Musda merupakan agenda rutin organisasi sebagai bagian dari penyegaran kepengurusan sekaligus penyusunan program kerja ke depan.

“Saya kira temanya sudah selaras dengan RPJMD Kabupaten Ngawi. Sudah banyak kontribusi LDII Kabupaten Ngawi dalam rangka mendukung pembangunan daerah,” kata Bupati Ony.

Menurutnya, keberadaan LDII Kabupaten Ngawi selama ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga mendukung pembangunan di sektor ekonomi kerakyatan dan lingkungan hidup.

Bupati Ony menilai LDII turut berperan dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, termasuk mendukung program pertanian organik dan gerakan pertanian berkelanjutan hingga tingkat bawah.

Selain itu, LDII juga dinilai aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan seperti reboisasi dan pembersihan aliran sungai.

“Hal-hal seperti ini yang harus terus diupayakan, sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan di Kabupaten Ngawi,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan Musda X LDII Kabupaten Ngawi berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlanjutan organisasi maupun kontribusi terhadap masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi mengapresiasi kepengurusan LDII Ngawi periode 2021-2026 yang dinilai mampu menjaga soliditas organisasi serta hubungan harmonis dengan masyarakat.

Menurut Amrodji, LDII menempatkan penguatan nilai kebangsaan dan kerukunan sosial sebagai fondasi utama dalam menjalankan aktivitas organisasi.

“Kalau wilayah tidak aman, bagaimana bicara dakwah, pendidikan, dan lainnya. Karena itu yang paling utama adalah membangun nilai kebangsaan dan kerukunan,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta kelompok lintas agama demi menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...
EKSEKUTIF

Sanusi Siapkan Pendidikan Kesetaraan Gratis untuk 14.565 Anak Tidak Sekolah di Malang

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menyiapkan intervensi pendidikan kesetaraan yang dibiayai penuh melalui APBD untuk ...