NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) X DPD LDII Kabupaten Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Kamis (21/5/2026).
Pembukaan Musda ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Ony. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan LDII se-Kabupaten Ngawi untuk menentukan kepengurusan organisasi tingkat daerah periode lima tahun ke depan.
Dalam keterangannya, Bupati Ony mengatakan Musda merupakan agenda rutin organisasi sebagai bagian dari penyegaran kepengurusan sekaligus penyusunan program kerja ke depan.
“Saya kira temanya sudah selaras dengan RPJMD Kabupaten Ngawi. Sudah banyak kontribusi LDII Kabupaten Ngawi dalam rangka mendukung pembangunan daerah,” kata Bupati Ony.
Menurutnya, keberadaan LDII Kabupaten Ngawi selama ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga mendukung pembangunan di sektor ekonomi kerakyatan dan lingkungan hidup.
Bupati Ony menilai LDII turut berperan dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, termasuk mendukung program pertanian organik dan gerakan pertanian berkelanjutan hingga tingkat bawah.
Selain itu, LDII juga dinilai aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan seperti reboisasi dan pembersihan aliran sungai.
“Hal-hal seperti ini yang harus terus diupayakan, sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan di Kabupaten Ngawi,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan Musda X LDII Kabupaten Ngawi berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlanjutan organisasi maupun kontribusi terhadap masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi mengapresiasi kepengurusan LDII Ngawi periode 2021-2026 yang dinilai mampu menjaga soliditas organisasi serta hubungan harmonis dengan masyarakat.
Menurut Amrodji, LDII menempatkan penguatan nilai kebangsaan dan kerukunan sosial sebagai fondasi utama dalam menjalankan aktivitas organisasi.
“Kalau wilayah tidak aman, bagaimana bicara dakwah, pendidikan, dan lainnya. Karena itu yang paling utama adalah membangun nilai kebangsaan dan kerukunan,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta kelompok lintas agama demi menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













