Minggu
19 April 2026 | 9 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Upacara Peringatan HSN 2025, Bupati Bangkalan Sampaikan 3 Amanat Santri

PDIP-Jatim-Upacara-HSN-Bangkalan-22102025

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggelar upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Bangkalan, pada Rabu (22/10/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Bangkalan. Hadir dalam kesempatan tersebut para alim ulama, ibu nyai, jajaran Forkopimda, serta para pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan amanat bagi para santri untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan literasi digital di tengah derasnya arus informasi.

“Kita hidup di era disrupsi informasi, di mana batas-batas sosial dan geografis seolah lenyap. Tantangan santri hari ini bukan lagi perang fisik, tapi perang informasi, melawan hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi moral,” ujar Lukman.

Menurutnya, tantangan zaman modern menuntut santri memiliki tiga karakter utama. Pertama, santri harus memperkuat karakter dan akhlak mulia dengan berpegang pada nilai-nilai pesantren, seperti keikhlasan, kesederhanaan, dan cinta tanah air.

“Karakter santri yang berakar pada nilai pesantren akan menjadi kompas dalam kehidupan bermasyarakat. Santri harus berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi dan menjadikan kebenaran sebagai pedoman,” ujar Lukman.

Kedua, santri perlu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Lukman mengajak para santri untuk menguasai media digital dan memanfaatkannya sebagai sarana dakwah serta penyebaran nilai-nilai kebaikan.

“Gunakan media sosial bukan sekadar untuk hiburan, tapi sebagai sarana dakwah dan edukasi. Jadikan konten-konten yang kalian sebarkan sebagai bagian dari amal jariyah,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Ketiga, santri harus mampu menjadi filter dan penjaga kebhinekaan dalam menghadapi derasnya arus informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Santri memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan. Jadilah pelopor kebaikan yang membawa Islam rahmatan lil ‘alamin,” terang Lukman.

“Mari kita jadikan nilai-nilai kesantrian sebagai kekuatan untuk melangkah maju — menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdikari di tengah kemajuan teknologi,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Warga Dandangan Keluhkan Banjir, Yuzar Rasyid Bergerak Cepat Tinjau Sungai 

Yuzar Rasyid turun langsung meninjau sungai di Kediri merespons banjir musiman, sekaligus meluncurkan program ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Ngawi, Gen Z Tempati Posisi-posisi Strategis di PAC

NGAWI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di ...
KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...