Minggu
19 April 2026 | 6 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari Minta Pemprov Jatim Lebih Perhatikan SLB Lawang

pdip-jatim-untari-slb-lawang-1

MALANG – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Dr Sri Untari Bisowarno MAP mendesak Pemprov lebih memperhatikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Tingkat Nasional Bagian C di Lawang, Kabupaten Malang.

“Kondisi SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang, Kabupaten Malang ini, membutuhkan perhatian lebih dari Provinsi Jawa Timur agar bisa memiliki fasilitas yang memadai,” tandas Sri Untari, Jumat (26/6/2020).

Permintaan ini dia sampaikan, setelah bersama anggota Komisi E DPRD Jatim lainnya kemarin melakukan monitoring di SLB Lawang. Kunjungan ini untuk melihat kesiapan SLB milik Pemrov Jatim tersebut jelang kembalinya siswa ke sekolah di era new normal.

Menurut Untari, ada beberapa fasilitas yang sudah waktunya dilengkapi, dan ada juga yang harus dibenahi.

Apalagi SLB Pembina Lawang ini, memiliki jumlah siswa tergolong banyak. Ada 184 siswa dari berbagai jenjang, dan memiliki 75 guru dan tenaga asministrasi, serta seorang kepala sekolah.

Terhadap sejumlah fasilitas yang kurang, pihaknya akan berupaya bersama dengan anggota Komisi E lainnya, untuk memperjuangkan dalam penganggaran, melaui Badan Anggaran agar SLB memiliki ruang guru.

“Kami akan berjuang dalam penganggaran, agar fasilitas yang kurang ada bisa terpenuhi,“ ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini.

Selain itu, dia juga berharap ada Corporate Social Responbility (CSR) dari Bank Jatim dan Perumda lainnya, yang diarahkan untuk pembangunan dan sarana prasaran SLB Pembina Lawang.

Meskipun lembaga ini gratis, sebut Untari, akan lebih baik, jika ada peranan orangtua/wali murid yang memiliki kemampuan secara materi, untuk ikut serta memberikan perhatian sarana prasarana.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya, adalah alumni SLB itu bisa diberdayakan, oleh institusi pemerintah, sesuai dengan keahlian mereka.

Wakil rakyat yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini mengungkapkan, dari pihak sekolah sudah ada keinginan untuk kembali masuk. Karena selama pandemi Covid-19, mereka diliburkan.

Namun pihaknya mengingatkan untuk mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi. “Kalau mau masuk sekolah, harus dilakukan rapid test terlebih dahulu, setidaknya dua kali. Ini untuk memastikan jika anak-anak tidak ada yang terjangkit Covid–19,” tuturnya.

 Dia mengakui jika untuk rapid tes dibutuhkan anggaran yang besar. Makanya apabila dikehendaki pihaknya akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Gugus Tugas.

Meski demikian, pihaknya menyarankan tidak dipaksakan untuk masuk terlebih dahulu, dengan tetap melakukam pembelajaran daring.

“Ya kalau mau masuk sekolah fasilitas standar Covid–19 harus dipenuhi. Baik itu hand sanitizer, maupun kaos tangan, dan menjaga jarak. Ini sangat penting agar tidak terjadi kontak secara langsung,” jelasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...