Selasa
26 Mei 2026 | 5 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari: Koperasi Desa Merah Putih Jangan Sampai Muspro, Harus Diperkuat SDM Profesional

pdip jatim 250501 SUB

MALANG – Dewan Pengawas Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Sri Untari Bisowarno turut angkat bicara tentang kesiapan daerah dalam membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurut dia, terpenting dari semua adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM)-nya dalam mengelola koperasi.

Hal itu dia sampaikan usai acara sarasehan Asosiasi Koperasi Wanita (Kopwan) di Grand Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin lalu.

Mengelola sebuah koperasi, sebut Untari, butuh kualitas SDM yang kompeten dan profesional. Apalagi, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini tidak tumbuh dari bawah (masyarakat) melainkan kebijakan dari pemerintah pusat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Perempuan yang sudah banyak makan asam garam dalam dunia perkoperasian Indonesia selama 30 tahun ini mengingatkan bahwa profesionalitas anggota koperasi sangat penting dalam nafasnya sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah.

”Saya menyambut baik rencana tersebut, tapi koperasi merah putih ini nantinya akan mengelola dana dan usaha yg banyak. Karena itu, pengurusnya harus punya kompetensi profesionalitas yang mumpuni,” kata Untari, dikutip Kamis (1/5/2025).

Untuk memperkuat hal tersebut, imbuh Untari, sudah seyogianya pemerintah menggandeng pelaku koperasi yang sudah ada. Seperti di Dekopin maupun Kopwan untuk terlibat berkolaborasi menyukseskan hal tersebut.

Salah satunya lewat pendampingan dan pelatihan. ”Kopwan-kopwan yang sudah ada biar tetap jalan dan bersinergi dengan Kopdes Merah Putih. Jika ingin melibatkan mereka dalam kelembagaan, maka cukup menjadi pengawas,” ungkapnya.

Menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini, keterlibatan mitra koperasi yang sudah ada dalam pembentukan Kopdes Merah Putih sangat penting. Hal ini agar tugas dan fungsi dari Dinas Koperasi tidak over atau terlalu banyak sehingga tidak fokus.

”Kalau over, maka koperasi dengan semangat ekonomi kerakyatan itu malah tidak bisa muncul. Jadi alangkah lebih baik memberdayakan pelaku koperasi yang sudah ada, berbagi tugas,” usulnya.

“Saya berkiprah di koperasi hampir 30 tahun, merasakan bagaimana koperasi itu bertumbuh. Koperasi yang tumbuh dengan baik adalah koperasi yang berasal dari masyarakat atau dari bawah. Dan akan berkembang jika pengurus dan anggotanya bisa saling berkontribusi,” ungkap politisi yang juga Ketua Komisi E DPRD Jatim.

Dengan begitu, wacana pembentukan Kopdes Merah Putih ini tidak menjadi momok baru di mana tumbuh koperasi banyak tapi ternyata tata laksananya tidak berjalan baik.

”Tetap kita sambut, tapi harus ada wisdom, dibicarakan lagi. Ini semata-mata agar dana uang rakyat yang digerojok banyak itu tidak muspro,” tegasnya.

Senada dengan Sri Untari, Bupati Malang, M. Sanusi, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih harus berdiri sendiri tanpa tumpang tindih dengan koperasi yang sudah ada.

“Sehingga diharapkan ini bisa membuat koperasi semakin berkelanjutan dan berkembang untuk mensejahterakan masyarakat khususnya di desa-desa,” ujar Sanusi. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sambut Idul Adha 1447 H, PDIP Jatim Sembelih 10 Ekor Sapi untuk Warga dan Ponpes Sekitar Kantor DPD 

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, dengan menyembelih sepuluh ekor sapi ...
KABAR CABANG

Said Abdullah Salurkan 298 Ekor Sapi Kurban di Madura, Sasar Pesantren hingga Musala

SUMENEP – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, bersama Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Bersinergi dengan Pesantren, Salurkan Daging Kurban 6 Sapi untuk Santri dan Warga

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Bojonegoro bersinergi dengan sejumlah pondok pesantren dalam ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Putusan MK Soal Kuota Perempuan Jadi Peringatan Keras bagi Parpol

Anggota DPRD Jatim Diana Sasa menilai putusan MK soal kuota 30 persen perempuan menjadi peringatan keras agar ...
LEGISLATIF

Doding Persilakan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemkab Trenggalek yang Dinilai Kurang Tepat

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta mahasiswa tidak ragu mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai ...
SUARA MUDA

Dari Dapur ke Digital: Kisah Perempuan Muda Bondowoso Menemukan Suara Politik di Bawah Payung PDIP

Kisah inspiratif generasi-Z Bondowoso yang ditempa politik lewat pendekatan personal Shanti, istri Ketua DPC PDIP ...