Rabu
02 September 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Umar Bashor dan Kementerian PPPA Sosialisasi Kesetaraan Gender di Lumajang

pdip-jatim-dpr-ri-181022-umar-bashor-1

LUMAJANG – Anggota Komisi VIII DPR RI, Umar Bashor bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melakukan sosialisasai kesetaraan gender di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Kabupaten Lumajang, Minggu (16/10/2022).

Sosialisasi dilaksanakan untuk mengurai bias gender yang kerap memposisikan perempuan sebagai pihak yang dirugikan. Apalagi, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Lumajang relatif tinggi.

Umar Bashor sebagai salah satu narasumber pada acara itu mengatakan, negara Indonesia tidak membedakan gender warganya. Sebab, kesetaraan gender merupakan implementasi dari nilai Pancasila, yakni sila ke lima.

“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. The Founding Father yang merumuskan Pancasila tidak pernah membuat perbedaan gender. Semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama,” papar Umar, sapaan akrabnya.

Melalui kegiatan tersebut, Umar berharap semua pihak memberikan ruang untuk bersama-sama dalam mengimplementasikan persamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga dapat meminimalisir adanya kekerasan dan pemberdayaan perempuan di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Mohammad Ihsan, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas antara Kementerian PPPA dengan DPR RI. Kegiatan mengundang ratusan perempuan itu sebagai langkah awal untuk menjadikan kaum hawa lebih kreatif.

“Kegiatan ini dilakukan kemitraan antara kami (Kementerian PPPA) dengan DPR RI. Yang mana beliau putra daerah yang ingin membangun kekuatan gender untuk maju bersama tanpa sekat,” ujar Mohammad Ihsan.

Pihaknya berharap, melalui sosialisasi kesetaraan gender ini dapat memberikan dampak positif dalam membangun rumah tangga. Kesetaraan gender tidak saja dapat mengurangi dampak kekerasan, sekaligus penguatan ekonomi keluarga.

“Selama ini, pemicu terjadinya kekerasan adalah karena faktor ekonomi dan kesenjangan. Makanya, dengan adanya kegiatan ini, akan mengurangi dampak negatif dan akan ada saling menutupi kekurangan dalam rumah tangga,” pungkasnya. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Proyeksi Pembiayaan Pilgub Jatim dan Dasar Dana Cadangan Rp600 M Diperjelas

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperjelas proyeksi keseluruhan kebutuhan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang: Perubahan APBD Jangan Sekadar Geser Angka, Harus Berdampak ke Rakyat

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemerintah Kabupaten Malang agar Perubahan APBD ...
HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...
LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...
LEGISLATIF

Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Sekolah Rawan Kecelakaan di Malang Segera Dipetakan

SURABAYA — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai masih jauh dari kebutuhan. Dari 190 ...