Sabtu
18 Juli 2026 | 10 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Umar Bashor dan Kementerian PPPA Sosialisasi Kesetaraan Gender di Lumajang

pdip-jatim-dpr-ri-181022-umar-bashor-1

LUMAJANG – Anggota Komisi VIII DPR RI, Umar Bashor bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melakukan sosialisasai kesetaraan gender di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Kabupaten Lumajang, Minggu (16/10/2022).

Sosialisasi dilaksanakan untuk mengurai bias gender yang kerap memposisikan perempuan sebagai pihak yang dirugikan. Apalagi, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Lumajang relatif tinggi.

Umar Bashor sebagai salah satu narasumber pada acara itu mengatakan, negara Indonesia tidak membedakan gender warganya. Sebab, kesetaraan gender merupakan implementasi dari nilai Pancasila, yakni sila ke lima.

“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. The Founding Father yang merumuskan Pancasila tidak pernah membuat perbedaan gender. Semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama,” papar Umar, sapaan akrabnya.

Melalui kegiatan tersebut, Umar berharap semua pihak memberikan ruang untuk bersama-sama dalam mengimplementasikan persamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga dapat meminimalisir adanya kekerasan dan pemberdayaan perempuan di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Mohammad Ihsan, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas antara Kementerian PPPA dengan DPR RI. Kegiatan mengundang ratusan perempuan itu sebagai langkah awal untuk menjadikan kaum hawa lebih kreatif.

“Kegiatan ini dilakukan kemitraan antara kami (Kementerian PPPA) dengan DPR RI. Yang mana beliau putra daerah yang ingin membangun kekuatan gender untuk maju bersama tanpa sekat,” ujar Mohammad Ihsan.

Pihaknya berharap, melalui sosialisasi kesetaraan gender ini dapat memberikan dampak positif dalam membangun rumah tangga. Kesetaraan gender tidak saja dapat mengurangi dampak kekerasan, sekaligus penguatan ekonomi keluarga.

“Selama ini, pemicu terjadinya kekerasan adalah karena faktor ekonomi dan kesenjangan. Makanya, dengan adanya kegiatan ini, akan mengurangi dampak negatif dan akan ada saling menutupi kekurangan dalam rumah tangga,” pungkasnya. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Ketua DPRD Trenggalek: Jangan Sampai Pajak Membebani Rakyat

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi menegaskan kebijakan pajak daerah tidak boleh membebani masyarakat. DPRD ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ajak Warga Kawal Penyusunan APBD Cegah Program di Luar Perencanaan

Anggota DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo mengajak masyarakat mengawal penyusunan APBD agar setiap program daerah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Serahkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep memberikan dukungan terhadap penguatan peran madrasah diniyah sebagai lembaga ...
HEADLINE

Panitia Bidik Soekarno Cup 2026 Jadi Turnamen Berstandar Nasional

Panitia Soekarno Cup 2026 optimistis turnamen sepak bola usia muda ini menjadi kompetisi berstandar nasional ...
LEGISLATIF

Lengkap, Ini Pandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Lumajang Terhadap Raperda P-APBD 2026

LUMAJANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Ingatkan Keberhasilan Hotline Ditentukan Respons Cepat dan Tindak Lanjut Aduan

DPRD Kota Surabaya menegaskan keberhasilan program hotline Pemkot Surabaya bergantung pada komitmen menindaklanjuti ...