KEDIRI – Turnamen Sepak Bola Anak U-12 se-Jawa Timur yang digelar selama tiga hari di Lapangan Banteng, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, resmi berakhir pada Selasa (17/2/2026). Kompetisi yang diikuti puluhan sekolah sepak bola (SSB) tersebut menjadi bagian dari peringatan Anniversary ke-2 SSB SAP United Kediri.
Turnamen ditutup langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswari setelah rangkaian pertandingan final berlangsung kompetitif dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ketua Pembina SSB SAP United Kediri, Soedjoko Adi Poerwanto, mengatakan turnamen ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memberi ruang pembinaan sekaligus ajang kompetisi bagi pesepak bola usia dini.
“Melalui turnamen ini kami ingin adik-adik memiliki kesempatan berprestasi, baik di tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional,” ujar Sudjoko, Selasa (17/2/2026).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kediri tersebut menambahkan, penyelenggaraan turnamen yang merupakan inisiatif pribadinya ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia muda di Kediri.
Turnamen yang diikuti 32 SSB dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut menghasilkan empat tim terbaik yang melaju ke babak puncak. Dalam pertandingan final yang berlangsung ketat, Bima Putra Jatinom berhasil meraih juara pertama.

Posisi kedua ditempati Kancil Mas Blitar, disusul Sangkara Nganjuk sebagai juara ketiga dan Basoka Kandangan Pare di peringkat keempat. Para pemenang mendapatkan trofi serta uang pembinaan.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswari mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang dinilai tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pembentukan karakter anak sejak dini.
Menurutnya, kompetisi olahraga menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai penting seperti disiplin, kerja sama tim, sportivitas, dan semangat juang.
“Kompetisi ini bukan sekadar mencari menang atau kalah. Anak-anak belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, dan semangat juang,” kata Vinanda.
Ia juga mengibaratkan sepak bola sebagai miniatur kehidupan yang menuntut kekompakan tim untuk meraih keberhasilan.
“Dalam sepak bola, semua pemain harus saling mendukung. Dari situ anak-anak belajar membangun tim yang solid,” tambahnya. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










