GRESIK – Suasana sore di Kelurahan Trate, Kecamatan Gresik, mendadak riuh setiap kali azan asar berlalu.
Di sepanjang jalan, ratusan pedagang menjajakan aneka kudapan berbuka puasa dalam gelaran Trate Takjil Market (TTM).
Di tengah kepulan asap aroma masakan, sosok Elvita Yuliati, anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PDI Perjuangan, tampak berbaur dengan warga.
Perempuan yang akrab disapa Vetti ini hadir bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan memberikan dukungan penuh terhadap pasar rakyat yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya tersebut.
Magnet Kuliner Bubur Waduk
Salah satu daya tarik utama yang menjadi primadona di TTM adalah Bubur Waduk. Kuliner khas Trate ini tergolong istimewa karena bersifat musiman; hanya dapat dijumpai saat bulan suci Ramadan.
”Kalau hari-hari biasa tidak ada. Jadi mumpung sekarang ada yang jual, warga langsung serbu,” ujar Vetti saat meninjau lokasi, Kamis (26/2/2026).
Ibu Iwok, salah satu penjual setia Bubur Waduk, menjelaskan bahwa nama unik makanan ini berasal dari ragam lauk atau topping yang melimpah.
Dalam satu porsi bubur, terdapat perpaduan parutan kelapa muda, santan, tempe, cecek sapi, udang, hingga mie.
Antusiasme pembeli begitu tinggi hingga 4 kilogram produksi bubur miliknya kerap ludes dalam waktu kurang dari dua jam.
”Yang datang ke sini bukan cuma orang Gresik kota. Ada yang jauh-jauh dari Surabaya, Bojonegoro, bahkan Pasuruan,” tutur Ibu Iwok.

Mendorong Standardisasi Lewat Legislatif
Melihat potensi ekonomi yang besar, Vetti menilai TTM sudah saatnya naik kelas. Dengan keterlibatan 130 pelaku UMKM yang terus bertambah setiap tahun, ia memandang perlu adanya sentuhan profesionalisme dalam tata kelola pasar takjil tersebut.
Melalui jalur legislatif, Vetti berkomitmen menyampaikan aspirasi warga kepada Pemerintah Kabupaten Gresik agar memberikan fasilitasi sarana prasarana, terutama pengadaan tenda yang seragam.
”Tujuannya supaya terlihat lebih rapi dan semakin menarik minat masyarakat. Estetika pasar itu penting untuk kenyamanan pengunjung,” jelasnya.
Sinergi CSR Perusahaan
Tak hanya mengandalkan APBD, Vetti juga menyoroti peran sektor swasta di wilayah industri Gresik. Ia mengajak perusahaan-perusahaan di sekitar untuk turut serta memberdayakan UMKM lokal melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, dukungan perusahaan bisa menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha kecil agar lebih berdaya dan mandiri.
”Animo masyarakat sangat tinggi. Ini adalah contoh nyata ekonomi kerakyatan yang bergerak dari bawah. Jika didukung dengan fasilitas yang baik dan sinergi dari perusahaan sekitar, ekonomi lokal akan terus tumbuh berkelanjutan,” pungkas Vetti.
Keberhasilan Trate Takjil Market diharapkan menjadi pemantik bagi desa atau kelurahan lain di Gresik untuk menciptakan ruang-ruang ekonomi serupa yang berbasis pada kearifan lokal.(mus/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












