Senin
17 Agustus 2026 | 10 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Transfer Pendapatan dari Pusat Turun Signifikan, Ini Rekomendasi Banggar DPRD Jatim

pdip-jatim-250124-sub-2

SURABAYA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Timur menyoroti persoalan serius dalam struktur pendapatan daerah tahun 2025 yang mengalami penurunan signifikan. Hal ini disampaikan anggota Banggar DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno.

Untari menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD), Jawa Timur mengalami penurunan transfer pendapatan dari pusat hingga Rp4,9 triliun.

“Pendapatan kita sebelumnya Rp23 triliun, sekarang tinggal Rp17,266 triliun. Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap banyak hal dalam penyusunan anggaran,” ungkap Untari, Selasa (23/09/2025).

Menurutnya, penurunan pendapatan itu terjadi di tengah kondisi ekonomi Jawa Timur yang masih cukup lesu. Tingkat pembayaran pajak dan retribusi daerah juga belum sesuai harapan

“Kita menghadapi tantangan bagaimana agar seluruh potensi ekonomi bisa produktif. Sementara ini baru Bank Jatim yang benar-benar produktif, BUMD lainnya masih belum optimal,” ungkapnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut menilai perlu ada langkah strategis agar BUMD dapat menjadi sumber pendapatan yang lebih kuat. Dia menegaskan, tambahan permodalan untuk BUMD sebaiknya tidak diberikan jika tidak ada rencana bisnis yang jelas.

“Daripada menambah permodalan tanpa hasil, lebih baik dilakukan evaluasi dan pembenahan agar BUMD bisa benar-benar memberikan kontribusi nyata,” ujar dia.

Lebih jauh, perempuan yang juga Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur itu pun menekankan pentingnya pemanfaatan aset daerah yang selama ini dibiarkan menganggur. Menurutnya, perda terkait pencabutan retribusi tertentu harus diikuti dengan kebijakan pemanfaatan aset agar tetap produktif.

“Aset daerah yang tidur harus segera dimanfaatkan. Kalau hanya dicatat tanpa menghasilkan, ini kontraproduktif,” tuturnya.

Banggar juga mengkritisi pola belanja OPD yang dinilai masih banyak bersifat duplikatif dan tidak menghasilkan kinerja maksimal.

“Belanja yang hanya bersifat administratif dan terus berulang tanpa output jelas harus dihentikan. Anggaran harus diarahkan pada program yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat,” kata Untari.

Dia menegaskan, rekomendasi Banggar ini harus ditindaklanjuti oleh komisi dan OPD mitra dalam pembahasan rencana kerja anggaran (RKA). Tujuannya agar APBD 2026 benar-benar efisien, produktif, dan tidak membebani masyarakat.

“Pesan kami utamanya dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim sederhana: efisiensi belanja, pemanfaatan aset yang ada, serta memaksimalkan fungsi BUMD. Dengan begitu, kita bisa tetap membangun tanpa menekan rakyat,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Perjuangan Hari Ini Bukan Melawan Penjajah, tapi Kemiskinan hingga Perpecahan

SURABAYA – Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia hari ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata ...
KRONIK

Hening dan Khidmat, Bupati Lukman Pimpin Penghormatan Suci bagi Pahlawan Bangsa

BANGKALAN – Hening dan khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan Bangkalan. Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Wakil ...
KRONIK

Malam Tiba di Flores, Risma dan Ganjar Langsung Temui Pengungsi Gempa

MANGGARAI BARAT – Jajaran DPP PDI Perjuangan tidak menunggu pagi untuk menemui warga terdampak gempa di Flores, ...
KRONIK

Peringati Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Bagikan Ribuan Bendera Gratis untuk Warga

BANYUWANGI – Beragam cara dilakukan warga Banyuwangi untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Salah satunya, para ...
KABAR CABANG

Energi Baru Pemilu 2029: Gen Z dan Perempuan Dominasi Pengurus Ranting PDIP Mojokerto

MOJOKERTO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto merampungkan seluruh tahapan konsolidasi dan pembentukan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong UMKM Trenggalek Kantongi SNI, Jadi “Jaket Pengaman” Produk

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, mendorong pelaku UMKM di ...