Selasa
11 Agustus 2026 | 12 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

TKN Jokowi-Ma’ruf: Sudirman Said Tak Perlu Playing Victim

pdip-jatim-hasto-sekjen-parpol-wawancara2

JAKARTA — Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan, setiap tim kampanye seharusnya memahami bahwa kampus memang netral dari aktivitas politik praktis.

Dengan demikian, sebut Hasto, kampus harus bersih dan bebas dari kampanye politik.

Hal ini diungkapkan Hasto terkait pernyataan timses Prabowo-Sandi, Sudirman Said setelah gagal menjadi pembicara seminar di Fakultas Peternakan UGM yang direncanakan Jumat (12/10/2018). Sudirman Said menyatakan para panitia didatangi oleh intel aparat keamanan dan diancam DO (drop out).

“Pak Sudirman Said harus paham bahwa saat ini sudah masuk masa kampanye. Jadi jangan bawa kampus untuk kampanye terselubung,” kata Hasto, kemarin.

Menurut dia, sebagai tokoh seharusnya memahami aturan tersebut karena marwah kampus dengan kebebasan akademiknya wajib kita hormati.

“Terlebih mahasiswa, di mana proses kepemimpinan nasionalpun datang dari dunia kampus,” ujar Hasto yang juga alumnus Teknik Kimia UGM tahun 1991 ini.

Atas dasar hal itu, Hasto menilai kehadiran Sudirman Said memang terlalu dini, seperi kampanye awal yang dipaksakan. “Sabar saja, sebagai alumni UGM saya paham, pasti akan ada undangan resmi bagi pasangan calon atau tim kampanye untuk menyampaikan visi-misinya,” tambah dia.

Terlebih, UGM sangat berkompeten untuk melihat secara komprehensif terhadap seluruh visi-misi dan agenda strategis pasangan calon nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf dan nomor urut 2 Prabowo-Sandi.

“Sebab, UGM percaya, visi-misi tersebut berkaitan dengan masa depan bangsa,” tutur Sekjen PDI Perjuangan ini.

Hasto juga menyatakan klaim Sudirman Said seolah dizalimi juga tidak tepat, terlebih dengan menyampaikan ada ancaman DO. “Ini jaman now. Mana ada yang main kayu dengan ancaman DO? Terlebih, UGM yang dikenal sebagai universitas perjuangan,” ucapnya.

Politisi asal Yogyakarta ini menilai pernyataan tersebut justru telah merendahkan martabat UGM yang dikenal sangat menjunjung tinggi tradisi demokrasi Pancasila.

Hasto mengatakan saat ini mana ada mahasiswa yang takut ditekan, apalagi UGM didirikan ditengah kancah perjuangan revolusi perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagaimana tertulis di statuta kampus ini.

Dia pun minta Sudirman Said tidak perlu playing victim. Apalagi rakyat sudah muak dengan kebohongan terencana seperti Ratna Sarumpaet. “Jadi maaf Pak Sudirman Said, jurus Anda sudah tidak laku,” ujar Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Bidik Talenta Muda Menuju Timnas dan Level Internasional

Soekarno Cup 2026 menjadi panggung talenta muda dari 16 provinsi yang diproyeksikan menjadi cikal bakal pemain ...