Jumat
25 September 2026 | 3 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

TKN Jokowi-Ma’ruf: Sudirman Said Tak Perlu Playing Victim

pdip-jatim-hasto-sekjen-parpol-wawancara2

JAKARTA — Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan, setiap tim kampanye seharusnya memahami bahwa kampus memang netral dari aktivitas politik praktis.

Dengan demikian, sebut Hasto, kampus harus bersih dan bebas dari kampanye politik.

Hal ini diungkapkan Hasto terkait pernyataan timses Prabowo-Sandi, Sudirman Said setelah gagal menjadi pembicara seminar di Fakultas Peternakan UGM yang direncanakan Jumat (12/10/2018). Sudirman Said menyatakan para panitia didatangi oleh intel aparat keamanan dan diancam DO (drop out).

“Pak Sudirman Said harus paham bahwa saat ini sudah masuk masa kampanye. Jadi jangan bawa kampus untuk kampanye terselubung,” kata Hasto, kemarin.

Menurut dia, sebagai tokoh seharusnya memahami aturan tersebut karena marwah kampus dengan kebebasan akademiknya wajib kita hormati.

“Terlebih mahasiswa, di mana proses kepemimpinan nasionalpun datang dari dunia kampus,” ujar Hasto yang juga alumnus Teknik Kimia UGM tahun 1991 ini.

Atas dasar hal itu, Hasto menilai kehadiran Sudirman Said memang terlalu dini, seperi kampanye awal yang dipaksakan. “Sabar saja, sebagai alumni UGM saya paham, pasti akan ada undangan resmi bagi pasangan calon atau tim kampanye untuk menyampaikan visi-misinya,” tambah dia.

Terlebih, UGM sangat berkompeten untuk melihat secara komprehensif terhadap seluruh visi-misi dan agenda strategis pasangan calon nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf dan nomor urut 2 Prabowo-Sandi.

“Sebab, UGM percaya, visi-misi tersebut berkaitan dengan masa depan bangsa,” tutur Sekjen PDI Perjuangan ini.

Hasto juga menyatakan klaim Sudirman Said seolah dizalimi juga tidak tepat, terlebih dengan menyampaikan ada ancaman DO. “Ini jaman now. Mana ada yang main kayu dengan ancaman DO? Terlebih, UGM yang dikenal sebagai universitas perjuangan,” ucapnya.

Politisi asal Yogyakarta ini menilai pernyataan tersebut justru telah merendahkan martabat UGM yang dikenal sangat menjunjung tinggi tradisi demokrasi Pancasila.

Hasto mengatakan saat ini mana ada mahasiswa yang takut ditekan, apalagi UGM didirikan ditengah kancah perjuangan revolusi perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagaimana tertulis di statuta kampus ini.

Dia pun minta Sudirman Said tidak perlu playing victim. Apalagi rakyat sudah muak dengan kebohongan terencana seperti Ratna Sarumpaet. “Jadi maaf Pak Sudirman Said, jurus Anda sudah tidak laku,” ujar Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Banggar DPRD Magetan Alihkan Dana Beli Mobil PKK Rp 498,8 Juta untuk Proyek Jalan Bendo–Belotan

MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan untuk membelikan kendaraan dinas baru bagi Tim Penggerak ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Sidak Pasar Bandar dan Pahing, Cari Jalan Keluar Polemik Pedagang

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid bersama sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Pasuruan Setujui P-APBD 2026 dengan Catatan

KOTA PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan secara resmi menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan ...
PEMILU

PDI Perjuangan Usulkan Parliamentary Threshold 6 Persen untuk RUU Pemilu

JAKARTA – PDI Perjuangan akan membawa usulan parliamentary threshold (PT) sebesar 6 persen sebagai sikap resmi ...
SEMENTARA ITU...

MMA Trenggalek Borong 10 Medali di Kejurprov Jatim, Jadi Modal Tatap Popda dan Porprov 2027

TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek yang tergolong masih muda langsung ...