Selasa
03 November 2026 | 10 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tjahjo: Era Soekarno Musim Ideologi, Era Jokowi Musim Kerja Nyata

pdip-jatim-jokowi-sambang-pasar1

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut korupsi makin subur di era Jokowi adalah upaya pembiasan tendensius untuk menutupi kinerja kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Jika ada yang sebut sebagai musim korupsi, itu merupakan upaya pembiasan yang tendensius,” kata Tjahjo, Rabu (31/10)/2018).

Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu mengungkapkan, apabila di era pemerintahan Presiden Soekarno dikenal sebagai musim ideologi, era pemerintahan Jokowi adalah sebagai musim kerja nyata.

“Sesuai dengan visi dan misi yang jadi sekarang prioritas zaman pemerintahan Presiden Jokowi ini, sesuai skala prioritas dari visi dan misinya, layak disebut sebagai musim kerja nyata,” ujarnya.

Karena itu Tjahjo mengatakan jika korupsi hanyalah ekses dari musim kerja nyata tersebut.

“Dari sisi lain, tentu dimaklumi bahwa pemberantasan korupsi justru makin meningkat di zaman Pemerintahan Presiden Jokowi ini. Jadi, musim Presiden Jokowi adalah musim kerja nyata. Sesuai dengan visi dan misinya,” kata dia.

Sementara itu, politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menilai blusukan Presiden Jokowi ke pasar tradisional di Bogor merupakan bukti nyata Jokowi sebagai pemimpin yang pro-rakyat. Blusukan itu dilakukan karena Presiden ingin mengetahui langsung dan secara pasti kondisi pasar, utamanya soal stabilitas harga bahan pokok.

“Jadi ke pasar beliau (Jokowi) membawa data, ada dokumen konkrit yang menginformasikan setiap catatan tingkat harga. Pastinya ada rekam jejak kesejahteraan atau pun keberhasilan. Jadi tidak asal klaim tanpa dasar, tanpa pernah melihat langsung kondisi yang ada di pasar,” ungkap Arteria.

Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan, sebagai presiden rakyat Jokowi memiliki perspektif yang jelas, berbicara melalui data dan tidak asal percaya dengan informasi yang ada.

“Pernyataannya obyektif, basisnya fakta, narasinya membangun optimisme dan mempersatukan. Bukan sebaliknya, kental penilaian subjektif, basisnya prasangka, pernyataannya membangun kecemasan, kaya hoax dan saling menegasikan,” ujarnya.

Menurut Arteria, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang selalu mengingatkannya untuk memiliki sikap yang arif dan bijaksana.

“Pak Jokowi mengatakan, akan tunduk pada kehendak rakyat bukan kehendak pejabat atau segelintir orang,” tutur Arteria.

Lebih lanjut, Arteria menuturkan, sikap kepemimpinan seperti Jokowi lah yang benar-benar ingin mengerti permasalahan rakyatnya, ingin selalu sekat dengan rakyatnya dan ingin berjuang memajukan Bangsanya, bukan hanya sikap yang haus akan kekuasaan semata sebagai pemimpin negara.

“Saya yakin bahwa ini bukan sekadar gaya kepemimpinan, ini murni masalah karakter, jadi ndak bisa atau sulit diubah sekalipun dipaksakan,” tandasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...