Jumat
05 Juni 2026 | 11 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tingkatkan Literasi Anak, Cak Eri Bumikan Budaya Mendongeng di Kampung-kampung

pdip-jatim-211121-eri-festival-dongeng-4

SURABAYA – Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengajak warga meningkatkan literasi pada anak dengan penampilan dongeng. Hal ini bisa membantu membudayakan kegiatan membaca dan menulis di kalangan masyarakat.

“Bayangkan, kalau ini disampaikan kepada anak-anak di Kota Surabaya, dengan cara didongengkan, ini akan lebih cepat dipahami dan meningkatkan literasi anak,” kata Eri Cahyadi, di acara Festival Dongeng Surabaya, Sabtu (20/11/2021).

Festival Dongeng yang digelar Pemkot Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar ini berlangsung di BG Junction Surabaya. Di acara itu juga diluncurkan buku Ragam Indonesia dan Gerakan Seribu Mendongeng Karya Arek Suroboyo (Gendis Sewu Karso).

Wali kota yang juga politisi PDI Perjuangan ini menghadiri acara tersebut bersama Rini Indriyani istrinya yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya.

Mantan Bappeko Surabaya itu menyampaikan, dia akan membuat acara penampilan dongeng di setiap Balai RW di Kota Surabaya. Menurutnya, Kota Surabaya sudah punya banyak talenta hebat dari bibit-bibit penulis dan pendongeng.

Menurut Cak Eri, sapaan akrabnya, hal itu akan mempermudah proses literasi anak-anak di setiap kampung. “Jadi nanti disetiap Balai RW akan diagendakan untuk Sabtu dan Minggu, anak-anak sekitar kampung itu bisa berkumpul dan bisa saling berkenalan, sosialisasi, dan muncul keberanian untuk saling berkomunikasi,” ujarnya.

Eri pun menginginkan, pertunjukan dongeng yang akan digelar rutin itu bisa menjadi kekuatan Kota Surabaya untuk menciptakan para pemimpin yang hebat. Diawali dari keberanian anak-anak untuk tampil kepada masyarakat umum.

“Inilah waktunya kita membiasakan untuk membaca, kalau Surabaya ingin menjadi kota literasi yang hebat, anak-anak ini akan tampil di seluruh Balai RW dengan mendongeng, saya yakin Surabaya pasti berubah dan kehebatan anak-anak ini tadi bisa tertular di seluruh wilayah di Kota Surabaya,” tandas Cak Eri.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk ikut serta, membuat Kota Pahlawan menjadi kota yang aman dan nyaman terhadap anak-anak. Sebab, dia ingin seluruh anak-anak di Kota Surabaya bisa terlibat dan mengisi semua kegiatan.

“Ini awal perjuangan kita, tidak boleh menyerah untuk menciptakan orang hebat di Kota Surabaya di masa depan. Hari ini kita canangkan Surabaya sebagai kota literasi dan memiliki para penulis dan para pendongeng yang hebat,” tegasnya.

Sementara itu, Rini Indriyani Ketua TP Penggerak PKK Kota Surabaya sekaligus menjabat sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Surabaya menyampaikan, peran PKK dan Bunda Paud adalah membiasakan diri untuk mendongeng kepada anak-anak Posyandu.

“Kita ini ada Posyandu, dalam sebulan akan mengadakan pertemuan untuk bercerita kepada anak-anak. Konsep bercerita ini akan kami ambil dari konsep dongeng, yang terdapat unsur bermain dan bernyanyi,” ujarnya.

Sedang Musdiq Ali Suhudi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya menjelaskan, Festival Dongeng Surabaya adalah festival tahunan. Lewat acara itu dia berharap bisa menambah semangat literasi dan inspirasi untuk Kota Surabaya.

“Kami meluncurkan beberapa buku hasil tulisan dari bibit-bibit penulis Kota Surabaya. Ada beberapa buku dan CD. Korelasi menulis dengan perpustakaan adalah membudayakan membaca sebagai aktivitas masyarakat. Semakin masyarakat Surabaya banyak membaca, semakin luas wawasannya,” kata Musdiq.

Dia juga menjelaskan, Festival Dongeng Surabaya adalah puncak acara Gendis Sewu Kota Surabaya. Hasilnya, ada 41 hasil karya Gendis Sewu berupa Antologi Cerpen, Novel, Puisi, Vlogetry dan Vlog Story, CD Video Mendongeng, dan Video Kegiatan Mengatasi Perekonomian melalui Produk Prakarya untuk Cegah Stunting.

“Genre dan tema antara lain Roman Historis Surabaya, Kearifan Lokal Surabaya, Strategi Ubah Perilaku untuk Cegah Stunting, Bangga UMKM Surabaya. Terkait dengan pelaksanaan ini, semoga menjadi ajang eksplorasi masing-masing anak. Semoga banyak lagi bibit penulis dan pendongeng yang akan berkreasi untuk Kota Surabaya,” bebernya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...
KRONIK

Ganjar Minta Legislator PDIP Jaga Uang Rakyat Agar Tidak Boncos dan Bocor

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengingatkan anggota Fraksi PDIP DPRD untuk mengawal penggunaan APBD secara ...
SEMENTARA ITU...

Di Depan Rumah Itu, Sholikah Menitipkan Harapan Baru untuk Tiga Cucunya

Kisah haru Sholikah, warga Kandat, Kediri, yang mengasuh tiga cucu dalam keterbatasan ekonomi. Bantuan rombong ...
HEADLINE

Megawati: Politik Anggaran Harus Menjadi Instrumen Keadilan Sosial bagi Rakyat

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan politik anggaran harus menjadi instrumen keadilan ...