SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengembangkan kualitas karakter anak di Kota Pahlawan. Salah satunya ialah melalui pendidikan berbasis asrama bertajuk Kampung Anak Negeri.
Kampung Anak Negeri sendiri merupakan salah satu upaya intervensi Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) untuk membina karakter anak agar mampu mengembangkan bakat-bakatnya.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa Kampung Anak Negeri bukan sekadar tempat pelatihan bagi anak-anak nakal. Melainkan merupakan wadah untuk meningkatkan kualitas karakter anak tersebut.
“Tapi jangan berpikir anak nakal dimasukkan asrama, tidak. Asrama ini adalah Baiti Jannati, rumah-rumah kita adalah surga nanti. Jadi semuanya kita betulkan, ini seperti anak-anakku sendiri, tidak ada bedanya,” terang Eri Cahyadi, Senin (26/5/2025).
“Saya ingin menjadikan anak-anak punya karakter, tapi kalau orang tua ingin anaknya tetap di rumah ya ndak apa-apa. Nanti akan dipantau anaknya jam 10 malam tidak boleh keluar dari rumah,” imbuhnya.
Dia juga menyampaikan bahwa fasilitas berkualitas yang diberikan di Kampung Anak Negeri merupakan bentuk keseriusan Pemkot Surabaya dalam mengembangkan karakter anak.
“Ini sekolah, bukan tempat penitipan anak nakal. Anak-anak ini tidak nakal, tapi memang memiliki kelebihan yang memang harus diatur,” ujarnya.
Pemkot Surabaya juga akan terus memberikan pendampingan kepada anak-anak tersebut hingga bangku kuliah bahkan dunia kerja.
“Bisa dilihat asramanya, kamarnya seperti apa. Sekolah ini ada tempat tinggal di dalamnya dan akan dipantau sampai dia lulus kuliah dan dapat pekerjaan,” pungkasnya. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










